Showing posts with label Sukorejo. Show all posts
Showing posts with label Sukorejo. Show all posts

Wednesday, February 7, 2018

Astaghfirullah inilah 15 siksa bagi orang yang meniggalkan Sholat

Sabda Nabi SAW: “Barang siapa yang menyepelekan sholat (menggampangkan sholat), maka Allah akan menyiksanya dengan lima belas macam siksaan; enam siksaan di dunia, tiga siksaan ketika menjelang mati, tiga siksaan dialam kubur dan tiga siksaan ketika keluar dari alam kubur“. (Qurtubi(Qurratul ‘uyun: hlm.2)).



6 Macam Siksaan Ketika Di Dunia
1. Allah akan menghilangkan keberkahan dari umurnya;
2. Tanda kesholehannya akan dihapus oleh Allah dari keningnya;
3. Semua amalnya tidak akan diberi pahala oleh Allah SWT;
4. Allah SWT tidak akan mengangakat doanya ke langit;
5. Semua makhluk di dunia akan menyepelekannya;
6. Dia tidak akan mendaapatkan bagian doanya orang-orang sholeh.


3 Macam siksaan Ketika Sakarotul Maut
1. Bahwasanya orang yang meninggalkan sholat dia akan mati dalam keadaan hina;
2. Bahwasanya orang yang meninggalkan sholat dia akan mati dalam keadaan lapar;
3. Bahwasanya orang yang meninggalkan sholat dia akan mati dalam keadaan haus, walau air lautan di dunia diminumkan kepadanya, maka tetap tidak akan pernah menghilangkan rasa haus dahaganya.


3 Macam Siksaan Ketika Berada Di Alam Kubur
1. Kuburnya akan disempitkan oleh Allah dan dihimpitnya sampai tulang rusuknya hancur berantakan;2. Didalam kuburnya akan dinyalakan api neraka, kemudian orang yang meninggalkan sholat siang malam, ia akan dipanggang dan dibolak-balikan diatas bara api tersebut;3. Ular yang bernama Syuja’al-Aqro’ akan datang pada orang-orang yang meninggalkan sholat. Ular syuja’al aqro’ itu tercipta dari api neraka, kukunya terbuat dari besi, dan setiap kuku panjangnya seperti ukuran perjalanan satu hari.Ular itu akan berkata kepadanya : “Aku ini Syuja’al-Aqro’, suaranya bagaikan petir yang menyambar, dan ular itu berkata: “Tuhanku menyuruhku agar memukulmu karena telah menyia-nyiakan sholat shubuh dari shubuh sampai dzuhur, dan agar memukulmu karena telah menyia-nyiakan sholat dzuhur dari dzuhur sampai asar, dan agar memukulmu karena menyia-nyiakan sholat asar dari asar sampai magrib, dan agar memukulmu karena menyia-nyiakan sholat magrib dari magrib sampai isya, dan agar memukulmu karena menyia-nyiakan sholat isya dari isya sampai shubuh. Ketika ular itu memukulnya satu kali pukulan, maka yang dipukulnya masuk kedalam tanah sedalam ukuran 70 hasta, lalu ular Syuja’al-Aqro’ memasukkan kuku-kukunya kebawah tanah dan kemudian mengeluarkannya kembali, dan siksaan itu tiada henti-hentinya sampai hari kiamat, maka kita mohon perlindungan kepada Allah dari siksa kubur.” (Qurtubi (Qurratul ‘uyun; hlm.4)).


3 Macam Siksaan Pada Hari Kiamat
1. Allah akan menggabungkan bersama orang-orang yang diseret mukanya ke neraka Jahannam;
2. Allah akan melihatnya dengan pandangan yang benci atau murka pada waktu dihisab, sehingga daging mukanya meleleh berjatuhan;
3. Allah akan menghisabnya dengan hisaban yang sangat berat dan tiada guna atasnya dari kelebihan apapun untuk selama-lamanya, dan Allah ‘Azza wa jalla memerintahkannya ke neraka sejelek-jelek tempat menetap.


Selain itupun kita dapat temukan ayat Allah dalam Q.S Al-Ma’un ayat: 4-5 yang artinya “Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap shalatnya“.



Adapun bahaya bagi yang meninggalkan sholat lima waktu yakni:
Jika meninggalkan sholat:

Shubuh : Maka Allah akan menenggelamkannya kedalam Neraka Jahannam selama 60 tahun. Jadi kurang lebih 60.000 tahun jika mengikuti hitungan di dunia. Karena 1000 tahun di dunia sama seperti 1 hari di akhirat.

Dzuhur : Yang meninggalkan sholat dzuhur sama seperti dosanya orang yang membunuh 1000 muslim.

Ashar : Seperti dosanya orang yang menghancurkan ka’bah.

Magrib : Sama seperti dosanya orang yang berzina dengan orangtuanya sendiri

Isya : Sesungguhnya Allah ta’ala berseru: “Hai orang yang meninggalkan sholat isya, bahwa Aku tidak ridho jika kamu tinggal dibumiKu dan menggunakan segala nikmat-nikmatKu, segala yang dikerjakan dan digunakan ialah berdosa kepada Allah SWT“.


Semoga ini bisa menjadi bahan renungan bagi kita semua umat muslim dan kita senantiasa selalu menegakkan kewajiban sholat lima waktu secara istiqomah, selalu tepat pada waktunya dan istiqomah hingga ajal menjemput. Semoga ketika waktunya telah tiba, kita selalu siap dan mati dalam keadaan khusnul khotimah. Aamiin Ya Robbal ‘Aalamiin.

Pelatihan Sholat Khusu' Oleh Ust. Syarqawi Yasin.

Sukorejo - Sholat adalah tiang agama barang siapa yang mendirikan sholat maka dia termasuk orang yang menegakan agama. dan barang siapa yang meninggalkannya maka dia termasuk orang yang merobohkan agama. mungkin begitulah inti bunyi hadis, oleh sebab penting rasanya untuk diadakan pelatihan sholat yang khusu'. agar kita termasuk orang yang mendirikan sholat bukan hanya mengerjakan sholat smata.

Khusu'lah dalam Sholatmu

daerah sunan kali jogo pondok pesantren salafiyah syafi'iyah berinisiatif untuk mengadakan pelatihan sholat khusu' tersebut dengan harapan anak didik khususnya yang menempati asrama sunan kali jogo bisa memperbaiki sholatnya. sehinggan dengan memperbaiki sholat maka harapan dari kami baik pula tingkah laku sehari-harinya.

"tidakkah kita ingin berlama-lama jika kita sedang bejumpa dengan kekasih pujaan hati. dan sholat adalah media untuk berjumpa dengan kekasih". ucap ust  syarqawi menjelaskan kepada para santri yang hadir di aula tersebut. beliau juga berkisah tentang sholatnya malaikat jibril yang sampek 40.000 tahun cuman untuk melaksanakan sholat 2 rokaat.

ust syarqawi juga berdauh pada peserta bahwa "melaksanakan perintah itu lebih berat daripada melaksanak yang bukan perintah". oleh sebab itu maka allah memberikan pahala pada kita dengan pahala yang sangat besar.

rahasia sholat khusu' yang disampaikan oleh ust syarqawi pada para santri "untuk mencapai sholat khusu' maka kita harus sholat dengan menghadirkan ikhsan dalam diri kita. ikhsan adalah kita beribadah seolah-olah kita melihat pada allah dan itu sulit. dan ada solusi yang kedua jika kita tidak bisa melaksanakan sholat seolah-olah melihat allah maka yakinkan dalam diri kita bahwa allah sedang memperhatikan kita. tidak hanya menghadirkan ikhsan dalam diri untuk mendapat sholat khusu' namun juga harus memperhatikan tiga entitas dari sholat yakni Ucapan, perbuatan dan keadaan hati.

sholat yang baik maka akan membawa kebaikan didunia dan juga di akhirat. kata ust syarqawi menjelaskan pada peserta yang hadir. ketika kita melaksanakan sholat dengan baik maka rezeki kita akan mudah, urusan kita akan mudah, masalah-masalah akan mudah kita atasi. dan sholat juga menjauhkan diri kita dari perbuatan yang tidak baik. lanjut beliau.

narasumber juga menyampaikan dauh kiai as'ad bahwa "jika kalian berkeluarga nanti, jangan sampai lupa sholat berjema'ah dengan istri dan keluarga di rumahnya. jika itu kalian lakukan maka hidup kalian akan bahagia di dunia dan di akhirat kelak".

beliau juga berpesan bahwa siksa orang yang meninggalkan sholat itu ada 15 siksa yang akan di berikan pada orang yang tidak sholat. dengan rincian 6 siksa akan di berikan di dunia, 3 siksa akan diberikan ketika naza' atau sakaratul maut, 3 di berkan ketika di alam kubur dan 3 akan di berikan ketika perjumpaan kita dengan allah kelak hari kiamat. 


tidak hanya tentang sholat yang beliau sampaikan beliau juga menyampaikan bahwa ada do'a-do'a yang pasti di istijabah oleh allah yang pertama pada waktu di antara dua adzan (adzan dan iqomah). setelah sholat dan di antara dua khutbah.

semoga kuta semua bisa mendirikan sholat dengan khusu sehingga hidup kita menjadi baik.

Saturday, February 3, 2018

Presiden restui perubahan Institut agama islam ibrahimy menjadi Universitas Ibrahimy (UNIB)

Situbondo  - Presiden Joko Widodo merestui perubahan status Institut Agama Islam Ibrahimy menjadi Universitas Ibrahimy Situbondo.




"Saya ingin menandatangani prasasti perubahan status Institut Agama Islam Ibrahimy menjadi Universitas Ibrahimy di Situbondo," kata Presiden Joko Widodo saat menghadiri Haul Majemuk Masyayikh di Pondok Pesantren Salafiyah Safi`iyah Sukorejo, Situbundo, Jawa Timur, Sabtu.

Pondok Pesantren Salafiyah Syafi`iyah Sukorejo Situbondo pada tanggal 14 Maret 1968 mendirikan lembaga pendidikan tinggi dengan nama Universitas Ibrahimy, lalu pada 1988 nama itu berubah menjadi Institut Agama Islam Ibrahimy dan selanjutnya akan kembali berubah menjadi Universitas Ibrahimy dengan 3 fakultas.

"Dan setelah pulang, saya perintahkan segera Menteri Ristekdikti segera membuat surat keputusan Menristekdikti mengenai Universitas Ibrahimy selambat-lambatnya akhir bulan Februari ini, saya minta akhir bulan ini semua selesai," tambah Presiden yang disambut dengan tepuk tangan ribuan santri ponpes Salafiyah Safi`iyah tersebut.

Salah satu tokoh ponpes tersebut adalah almarhum KH Raden As`ad Syamsul Arifin yang dianugerahi gelar pahlawan nasional pada 2016. Ia merupakan putra ulama besar Madura, KH Syamsul Arifin, juga pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

"Saya masih ingat tahun 2016 yang lalu almarhum popo KH Raden As`ad Syamsul Arifin dianugerahi gelar pahlawan nasional, sebuah gelar yang memang sangat pantas diberikan kepada beliau terutama jika kita ingat perjuangan beliau, jika kita ingat pengorbanan beliau, jika kita mendalami kembali pemikiran-pemikiran beliau di Nusantara dan untuk bangsa negara kita Indonesia," tambah Presiden.

Presiden mengaku ingin datang langsung ke Ponpes Salafiyah Safi`iyah itu karena saya ingin merasakan dan melihat langsung melihat langsung para santri yang mewarisi semangat dakwah dan kebangsaan KH Raden As`ad Syamsul Arifin.

"Dalam banyak kesempatan saya selalu bercerita bagaimana dunia Islam mengagumi Indonesia, dunia mengagumi Indonesia karena meski kita merupakan negara ddengan penduduk muslim terbesar di dunia tapi kita juga adalah bangsa yang sangat beragam, sangat majemuk, sangat bermacam-macam," ungkap Presiden.

Presiden pun sedikit menjelaskan perjalanannya ke Afghanistan pada 29 Januari 2018 lalu.

"Belum lama ini saya pulang kunjungan dari Afganistan, orang bilang `Pak Jokowi kok gak takut ya?` Ya takut tapi ini bukan urusan takut, tapi ini urusan membangun ukuwah kita, kita juga ingin membangun perdamaian umat, membangun ukuwah basariah kita ke negara-negara lain," tambah Presiden.

Ia pun meminta agar para kyai dan santri Ponpes Salafiyah Safi`iyah ikut menjaga nilai-nilai kerukunan.

"Saya mohon yang mulia para ulama, kyai, santri terutama Ponpes Salafiyah Safi`iyah Sukorejo agar kita selalu menyemai nilai-nilai kerukunan dan mempraktikkannya karena sudah menjadi kondrat kita bangsa Indonesia hidup dalam kemajemukan, keberagaman," tegas Presiden.

Hadir juga dalam acara tersebut Ibu Negara Iriana Joko Widodo; anak bungsu Presiden; Kaesang Pangarep; Ketua PPP Romahurmuziy; Menteri Sekretariat Negara Pratikno; Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofjan Djalil; Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan para pengasus Ponpes Salafiyah Safi`iyah.

 

 

Saturday, December 2, 2017

Sang Deklarator Hak Asasi Manusia Oleh KHR. Ach Azaim Ibrahimy


Di penghujung Dzul Qo’dah, tahun ke sepuluh dari pristiwa hijrah, kaum muslimin datang berdudyung-duyung menuju madinah, kota cahaya. Suasana begitu ramai, setelah sebelumnya tersiar bahwa baginda nabi Muhammad SAW hendak menunaikan ibadah haji di tahun ini. Mereka berasal dari berbagai penjuru daerah, datang dengan membawa kerinduan yang mendalam, merindukan momen terindah bersama Rosul Al-Musthafa, menunaikan haji dalam bimbingan kekasih yang sangat dicinta. Kerinduan ini telah bertahun-tahun terpendam di benak mereka.
Langit buru cerah, awan putih berarak menambah indah pesona. Hari itu, sabtu siang usai sholat dhuhur, Rasulallah SAW keluar meninggalkan kota makkah bersma seratus ribu lebih menusia pergi menuju makkah, lembah yang berkah, baitullah, Ka’bah yang mulia. Pergi untuk membimbing umat, mengajarkan agama dan rutinitas ibadah mereka, memenuhi persaksian, menyampaikan amanat, memberi wasiat yang terakhir dan mengambil sumpah serta perjanjiaan. Menghapus bekas-bekas kejahiliahan, mengajari yang bodoh, mengingatkan yang lupa, membangkitkan semangat yang malas dan memberi kekuatan pada yang lemah.
Baginda Rosullah berhaji hanya sekali, tak pernah melakukan sebelum dan sesudahnya. Momentum tersebut dikenal dengan haji wada’, karena pada saat itulah baginda menyampaikan ucapan perpisahan, Wadda’a (berpamitan) kepada para sahabat rosulullah SAW yang dengan iman, cinta dan kesetiaan, mereka telah tulus mendampinginya. Ketika itu baginda bersabdah, “wahai sekalian manusia, dengarlah aku, karena aku sungguh tak tahu, mungkin aku tak akan lagi berjumpa dengan kalian setelah tahunku ini !”.
Khalayak ramai yang hadir terkesiap mendengarkannya, lalu suasana berganti senyap. Sesaat kemudian keharuan menyelimuti hati mereka. Dan pada detik-detik berikutnya tangispun tak lagi tertahankan, memecah keheningan.
Di perut lembah tanah ‘Arafah, kala matahari tergelincir ke arah barat. Hari itu jum’at awal dzul Hijjah, baginda nabi menyampaikan khutbah yang begitu monumental, khutbah yang menjelaskan hak-hak asasi manusia. Sebuah mistaq (Perjanjian) yang menetapkan kaedah-kaedah islam, menghancurkan kaedah-kaedah kemusyrikan dan kejahiliahan. Menjaga jiwa raga, harta benda serta harkat dan mertabat manusia, melindungi kehormatan wanita, membela hak dan mengatur kewajibannya. Sebuah piagam yang dideklarasikan untuk mengatur intraksi sosial antara uman manusia, jauh sebelum orang-orang mengenal istilah Hak Asasi Manusia (HAM) – Kecuali sejak beberapa dekade terakhir ini – yang kemudian di sepakati oleh perserikatan bangsa-bangsa hingga menjadi sebuah ketetapan. Maka, tintapun kering diatas kertas, menorehkan berbagai hukum dan perundang-undangan.
Sedangkan mistak yang telah dideklarasikan baginda nabi SAW pada momentum haji wada’, telah lama menjadi sebuah sistem yang dilaksanakan, dan undang-undang yang diterapkan. Kaum muslimin telah mengamalkannya dengan aksi, bukan sekedar basa basi dan menjadikan sebagai manhaj mereka dalam hidup, bukan sekedar retorika belaka tanpa evektifitas dalam praktik kehidupan nyata, sebagaimana nasib yang dialami oleh hak asasi manusia dalam sistem dan ketetapan perserikatan bangsa-bangsa.
Haji yang telah di prakrikkan oleh rosulallah SAW, juga khutbahnya di ‘Arafah dan mina, sungguh telah menjadi sinar dan cahaya, menerangi jalan menusia menuju bahagia, meraih hidayah. Baginda telah menggandeng erat umat ini, membimbing mereka untuk mencapai derajat mulia dan sempurna.
Sungguh khutbah yang memberi kesan mendalam di jiwa. Sungguh, pesan yang serat akan makna, dan ajaran yang peripurna.
Di akhir khutbah, baginda rosul berwasiat agar umat ini senantiasa berpegang teguh kepada kitabullah. Selama mereka berpegang teguh pada kitabullah tak akan tersesat selamanya. Umat ini bertanggung jawab penuh atas eksistensi dan fungsi wahyu allah tersebut sebagai pedoman hidup mereka. Maka, ketika baginda rosul meminta persaksian atas tugas yang telah dilaksanakannya, para sahabatpun sengan segera serentak menjawab, “kami bersaksi bahwa engkau sunggu telah menyampaikan amanat, engkau sungguh telah menunaikan kewajiban teramat berat dan engkau juga telah memberikan nasehat kepada ummat !.”
Tatkala mendengarnya, raut wajah baginda tampak berseri-seri, menunjukan betapa bahagia perasaannya. Segera, setelah itu, ia mengangkat jemarinya kelangit, seraya bersabdah, “allahumma isyhad (ya allah saksikanlah)!” diulanginya sebanyak tiga kali. Terdengar begitu berarti.
Betapa berharganya pesan yang tekah disampaikan, betapa luhurnya nilai-nilai yang telah diajarkan sejak keberangkatan baginda nabi SAW pergi meninggalkan madinah, mengendarai unta Al-Qashwa’, hingga proklamasinya yang lantang membahana penuh kesungguhan, bersih dari kemusyrikan, dan suci dari riya’ serta kamunafikan, “allahumma hajjatan la riya-a fihi wala sum’ah !.”
Lalu bertahlil mentauhidkan allah, menyatakan penghambaan diri kepadanya, tuhan semesta alam, “labbaik allahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik inna al-hamda wa al-ni’mata laka wa al-mulk, la syarika laka !.”
Itulah sesungguhnya kalimat iman yang jujur- murni yang membuka pintu-pintu langit dan menggema menggetarkan penjuru bumi. Kalimat yang terucap dari bibir dan terlepas lekas dari tenggorokan orang-orang mukmin. Mereka mengulang-ulang pekikan kalimat tauhid itu, sambung menyambung bersama pemimpin agung, rasul pilihan, nabi akhir zaman, muhammad bin abdullah sebagai rahmat bagi  semesta alam, yang telah membacakan dan mengajarkan Al-Qur’an kitab suci pembawa kedamaian.
Itulah saat penuh berkah yang pernah tercatat dalam sejarah dan bumi menjadi tempat yang paling berbahagia dengan adanya kafilah tersebut, kafilah orang-orang yang datang untuk memenuhi panggilan ilahi, penggilan allah yang maha tinggi. Bersama insan mulia yang telah menapakkan kakinya di lembah suci, dialah muhammad bis abdullah al-hasyimi. Juga bersama delegasi terhormat yang datang ke baitullah al-‘Atik untuk menyempurnakan rukun islam sebagai agama yang fitri.

Alangkah nikmat yang agung tiada tara dan risalah yang sangat mulia. Diturunkan dari langit tertinggi kepada penutup para rosul dan nabi, di hari yang paling utama, demi menyambut lahirnya hak asasi manusia, piagam paling berharga di kala bumi menghembus-terbangkan kedhaliman tirani yang merajalela.

Wednesday, April 26, 2017

Karya Kiai Azaim "Jalan ini Rindu" dibedah oleh dua Penyair Nasional

Sosiawan Leak dan Mohammad Faizi berdampingan dengan pengasuh Pesantren salafiyah syafi'iyah sukorejo yang dijuluki Penyair dari "Serambi Madinah" dalam acara Seminar dan bedah Buku "Jalan ini Rindu" Oleh P3M IAII diselenggarakan pada tanggal 20 April 2017.

Sunday, April 23, 2017

Isro' Mi'roj Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorjeo

Pada tanggal 24 April 2017 pondok pesantren salafiyah syafi’iyah sukorejo mengadakan Isro’ Mi’roj yang dilaksanakan di masjid jami’ Ibrahimy Sukorejo. Yang dihadiri oleh pengasuh Pesantren KHR. Ach. Azaim Ibrahimy dan wakil pengasuh bidang amaliyah KH. Hariri Abdul Adhim sekaligus Pemangku Ma’had Aly. Dan juga di hadiri oleh para keluarga pesantren. Dan penceramhanya Habib. Sholeh Al-Idruys dari malang.
Pesan Habib. Sholeh Al-Idrus
Kiai Azaim sapa Akrab Beliau memberikan sambutan sekaligus membuka Haflah Imtihan yang 103. Beliau bepesan kepada para santri dan yang hadir pada acara Isro’ Mi’roj tersebut “jangan sampai ada di pikiran kita. bahawa nabi isa iri terhadap nabi muhammad saw”. Namun iri yang baik adalah ingin sukses melebihi orang lain dengan tidak hilangnya kesuksesan yang ada pada orang lain yang dinamakan Ghittoh. Setelah Kiai azaim menyampaikan sambutan lalu beliau membuka acara Haflah Imtihan dengan Memukul Beduk.
Setelah acara sambutan selesai dilanjutkan dengan acara ceramah hikmah yang di sampikan oleh Habib. Sholeh Al-Idruys. Beliaur berdauh bahwa “Isro’ Mi’roj ini memberikan pelajaran tentang Hakikat Kehidupan” dan beliau juga berdauh bahwa nikmat terbesar dimiliki oleh Kita sebagai Umat nabi Muhammad saw. Ada tiga poin dengan isro’ mi’roj.
      1. Hamba allah selelau mensucikan Allah SWT.
      2. Tanda keimanan dan tauhid yang paling besar sebagai pedemoan Hidup.
      3. Ketika kita ingin menghadap allah hendaknya kita selelu mensucikan diri kita terlebih dahulu.
Beliau juga berpesan agar kita banyak-banyak memuji allah SWT. Dengan memperbanyak tasbih, memuji allah DLL. Kita harus meyakini dan mensyukuri dengan adanya Isro’ Mi’roj ini.
Tauhid
       1. Arruhiyah (berkaitan dengan tuhan. Sefat-sifatnya)
       2. Annabawiyah (berkaitan dengan para nabi)
     3. Beriman dengan apa saja yang datang dari allah dan rosulnya dan beriman dengan yang ghoib (beriman dengan pristiwa isro’ mi’roj)
Habib Sholeh juga berdauh hikmah yang paling besar yakni untuk umat baginda Nabi muhammad SAW. Dan makhluk yang paling mulya yakni baginda muhammad SAW. Sampai-sampai jika allah tidak menciptakan Baginda Muhammad niscaya aku tidak akan meciptakan langit dan bumi, syurga dan neraka.
Beliau juga berpesan “kita tidak akan pernah bisa memikirkan Allah .  seperti lampu tidakkan pernah bisa memikirkan pembuatnya atau membuat pembuat lempu tersebut” dan yang terakhir bahwa isro’ mi’roj sebagai penguatan iman kita.
Habib juga memberikan ijazah amalan do’a yang diturunkan dari sayyid muhammad alawi almaliki alhasani. Kepada para santri dan yang hadir pada acara isro’ mi’roj tersebut.

الحمدلله لى نعمةايمان و الاسلام وكف بها من نعمة
الحمد لله الذى جعلني من امة نبى محمد صلى الله عليه وسلم

Saturday, April 15, 2017

7 Pesan Kiai Afif dalam acara Pelantikan dan Pengajian

         Pada tanggal 15 april 2017 rayon iksass kalimantan melakukan kegiatan pengajian dan pelantikan kepengurusan yang baru. Yang di hadiri oleh dewan pakar rayon iksass kalimantan yakni Almukarrom KH. Afifuddin Muhajir dan Penasehat Ust. Khoruddin Habsyis. Kiai Afif (Sapaan Akrab Beliau) Memberikan Taujihad dan bekal pulang kepada sahabat-sahabat rayon iksass kalimantan. Beliau berpesan kepada Santri yang berasal dari kalimantan Khususnya. Ada 7 poin yang kami catat dalam kegiatan tersebut.
7 Pesan Kiai Afif
1   1. Jangan meninggakan kebiasaan baik di pesantren.
Kiai afif berpesan kepada santri dan pengurus Iksass kalimantan untuk tidak pernah meninggalkan Kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan di pesantren. Seperti sholat tepat waktu dengan berjemaah. Sholat sunnah maktubah dan sholat sunnah yang lain seperti tahajud Dluha Dll.

1    2. Jangan Nganggur
Kiai afif juga berpesan kepada yang hadir pada acara tersebuat untuk tidak pernah nganggur ketika santri-santri pulang ke rumahnya masing-masing. Dan harus di isi dengan kegiatan-kegiatan kegiatan keagamaan ataupuk keduniaan. Seperti Berdangan kalok semisal orang tuanya pedagang maka sepantasnya kita membantu orang tua kita dalam berdagang. Dan sebagainya.

      3. Menanamkan kebaikan
Menanam kebaikan bisa dimulai dari sekarang yang hasilnya kita harapkan ketika kita sudah kembali kerumah dan tidak kembali lagi atau rekom. Dengan kebaikan tersebut kita diharapkan dapat berjuang dalam Daerah kita masing-masing.

      4.  Ikhtiyar
Beliau kiai afif juga berpesan agar sahabat-sahabat santri beriikhtiyar untuk melakukan kebaikan-kebaikan. Dan jangan sampai kejelekan-kejelekan kita sampai kepada mesyarakat kita masing-masing.

      5. Memberi manfaat kepada orang lain
Rugi kalau tidak memeberi manfaat pada orang lain. Dawuh beliau pada para santri yang hadir pada acara tersebut. Beliau berharap bagaimana sahabat-sahabat santri yang berasal dari kalimantan. Bagaimana memberikan manfaat kepada Kedua orang tua, saudara-saudar, bahkan kepada tetanggal kita lebih lebih kepada Daerah kita.

      6.Mempersiapkan diri
Beliau juga berharap kepada para santri agar menyiapkan diri untuk menghadapi pulangan yang sudah hampir ini. Beliau kiai afif berpesan kepada para santri agar dilatih dari sekarang baik Khitobah, Tahlil, dan Lain-lain.

      7. Jaga nama baik pesantren.
Beliau berpesan kepada sahabat-sahabat untuk menjaga nama baik pesantren. Tidak mencoreng nama baik pesantren. Sampai-sampai beliau berdawuh “Kalau ragu jangan tampil” kata beliau. 

           Semoga kita bisa menjadi santri yang bisa memberikan teladan kebaikan kepada diri kita, keluarga kita, bahkan kepada warga kita dan daerah kita masing-masing. Amin.

#Gus Maman

Tuesday, April 11, 2017

Pesantren Sukorejo Jalin Kerjasama di Bidang Pendidikan dengan Turki dan Yordania

11 April 2017 menjadi hari terakhir dari seluruh rangkaian rihlah ilmiah  rombongan pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah dan Institut Agama Islam Ibrahimy (IAII) Sukorejo Situbondo ke negara Turki dan Yordania. Rombongan terdiri dari Pengasuh Pesantren, KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy dan Istrinya, Ny. Hj. Nur Sari As’adiyah, Rektor IAII, Prof. Dr. Abu Yasid, M.A., LL.M dan dosen IAII, Ny. Hj. Djuwairiyah Fawaid, M.Pd.I. Perjalanan ke luar negeri yang dimulai sejak 4 April tersebut bertujuan menjalin kerajasama pesantren dan perguruan tinggi. 
Penandatanganan Kerja sama
Di Turki rombongan melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Sulaimaniyah untuk menjalin kerjasama di bidang penyelenggaraan Tahfidzul Qur’an (Hafalan Alqur’an). Kunjungan ke Sulaimaniyah ini merupakan kunjungan balasan, setelah pada tahun 2012 yang lalu Pimpinan Pesantren Sulaimaniyah Turki pernah berkunjung ke Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo dengan tujuan yang sama, yaitu menjalin kerjasama program tahfidzul Qur’an. 
Kepada Serambimata, Prof Dr. Abu Yazid mengungkapkan, dengan kunjungan ke negara Eropa Timur ini, pimpinan Pesantren Sukorejo ingin memastikan lebih konkret wujud kerjasama kedua pesantren, khususnya dalam program penyelenggaraan Hafalan Alqur’an.
“Selain ke Sulaimaniyah, rombongan juga ziarah ke tempat bersejarah seperti Masjid Biru dan Ayasofya. Masjid Biru adalah peninggalan bersejarah dai Sultan Ahmed yang mempunyai arsitektur menakjubkan. Ornamen masjid ini memantulkan cahaya warna biru sehingga diberi nama Masjid Biru. Sedangkan Ayasofya, mulanya adalah gereja yg dibangun oleh kekaisaran Bizantium/Romawi Timur pada abad ke-3 M. Istanbul yang saat itu bernama Constantinopel (قسطنطينية) tergolong kota paling besar di daratan Eropa. Sepuluh abad kemudian (abad ke-13 M) Kesultanan Saljuk dapat menguasai daerah ini yg kemudian berdirilah Kerajaan Turki Uthmani. Ayasofya pun berubah menjadi Masjid selama kurang lebih 6 abad. Nama Constantinopel yang tak lain adalah nisbat pada salah satu penguasa kerajaan Bizantium lalu diganti dengan nama Islam-bul yg kemudian lebih populer dengan sebutan Istanbul. Pasca jatuhnya kerajaan Turki Uthmani, penguasa baru negara Turki modern, Mustafa Kemal Attaturk, pada awal abad ke-20 M mengubah fungsi Ayasofya menjadi museum dan terbuka untuk umum”, papar Abu Yazid. 

Sedangkan di Yordania, kerjasama dilakukan oleh IAII dengan sejumlah mitra perguruan tinggi di sana. Sekurang-kurangnya ada tiga perguruan tinggi ternama yang menjadi destinasi kunjungan, yaitu Universitas Yarmuk di kota Irbit, Universitas Alil Bayt di kota Mafraq dan International Institute of Islamic Toungt (IIIT) di kota Amman. 
“Kerja sama ini dilakukam dalam  rangka berikhtiar untuk memajukan perguruan tinggi Islam berbasis pesantren. Di era global seperti sekarang  membuka jaringan internasional menjadi suatu keharusan”, tambahnya. 
Lebih jauh, guru besar bidang ilmu Filsafat Hukum Islam itu menjelaskan, IIIT adalah lembaga publikasi internasional di bidang pemikiran Islam. Materi kerjasama yang dijalin berkisar dalam bidang penelitian dosen yang bersifat kolaboratif, publikasi ilmiah dalam ilmu-ilmu keislaman, serta memfasilitasi dosen-dosen muda IAII yang hendak mengikuti program 5000 doktor Kementerian Agama di sejumlah perguruan tinggi timur tengah. Tak kalah pentingnya, kerjasama juga ditekankan pada pengembangan gagasan Islam moderat di tengah derasnya arus radikalisasi belakangan ini. 
“Menghadapi radikalisasi global kita tidak bisa bekerja sendirian. Kalangan perguruan tinggi harus aktif secara berkolaborasi mengembangkan gagasan untuk menampilkan Islam yang sesungguhnya, Islam rahmatan lil alamin”, harap pria yang menyelesaikan masternya di Syari’ah dan hukum (LL.M) di International Islamic University Islamabad Pakistan. 
Selain program kerjasama, rombongan juga melakukan rangkaian ziarah ke makam beberapa makam Nabi, seperti Nabi Syu’ab a.s., Nabi Ayyub a.s., Nabi Yusa’ bin Nun, Gua Kahfi, Citadel dan Laut Mati. Laut mati banyak dikunjungi karena mempunyai banyak keunikan. Di antaranya, mempunyai kadar garam cukup tinggi mencapai 32 persen sehingga semua benda seberat apapun terapung di permukaan laut. Karenanya, mandi di laut mati tidak harus bisa berenang karena dapat terapung dengan sendirinya. 
Selain itu, di sekitar pantai laut mati diyakini menjadi lokasi penduduk kaum nabi Luth a.s. yang pernah diadzab oleh Allah s.w.t. karena melakukan pelanggaran liwath (sodomi). Karena itu, di kawasan ini terdapat sebuah perkampungan terkenal yang sampai saat ini bernama Qaryatu Liwath (Desa Sodomi). 
Dokumentasi



https://serambimata.com/2017/04/11/pesantren-sukorejo-jalin-kerjasama-di-bidang-pendidikan-dengan-turki-dan-yordania/

Saturday, April 8, 2017

Sejarah Pondok Pesantren Sukorejo Situbondo

Masjid Sukorejo
Awalnya areal Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo adalah hutan belantara yang membentang dari Gunung Baluran sampai wilayah Asembagus. Hutan belantara itu dikenal sangat angker karena disamping dihuni oleh binatang buas, juga dedemit. Saat itu penduduk tidak ada yang berani memasuki hutan tersebut.
Pada tahun 1328 H / 1908 M, Kiai Syamsul Arifin —– atas saran Habib Hasan Musawa dan Kiai Asadullah —– dibantu putranya, As’ad dan beberapa orang santri yang menyertai dari Madura, membabat dan merambah hutan tersebut untuk didirikan sebuah pesantren dan perkampungan.
Upaya keras Kiai Syamsul Arifin akhirnya terwujud. Berdirilah sebuah pesantren kecil yang hanya terdiri dari beberapa gubuk untuk difungsikan rumah, musalla dan asrama santri yang waktu itu hanya beberapa orang.
Sejak tahun 1914, pesantren kecil itu berkembang bersamaan dengan datangnya para santri dari wilayah sekitar Karesidenan Besuki. Tahun itu pula kemudian dijadikan tahun berdirinya Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah. Setiap perayaan ulang tahun selalu dirujuk pada tahun itu.
Perkembangan selanjutnya, Desa Sukorejo yang letaknya 7 kilometer sebelah timur Asembagus (30 km arah timur kota kabupaten Situbondo) tidak hanya berdiri sebuah pesantren, masyarakat pun mulai berdatangan untuk kemudian menetap di desa itu. Hutan yang telah dirambah itu pun berkembang menjadi areal pertanian ladang dan kebun yang hasilnya mulai bisa dirasakan penduduk. Pergaulan penduduk dengan pesantren pun berlangsung harmonis.
Kiai Syamsul Arifin sendiri selain mengasuh beberapa santri, juga membantu masyarakat khususnya dalam memberikan pertolongan pengobatan dan hajat masyarakat lainnya. Dan lambat laun nama Kiai Syamsul Arifin mulai dikenal hingga ke berbagai daerah, sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama, pertambahan santri mulai tampak.
Pada masa perjuangan kemerdekaan, Pesantren Sukorejo tidak hanya menjadi pusat belajar, tapi juga sebagai pusat perjuangan kemerdekaan. Para pejuang banyak ditampung di pesantren, sekaligus sebagai markas penyusunan strategi melawan penjajah.
Ketika itu proses belajar mengajar baru bisa dilaksanakan melalui sistem sorogan dan bandongan, hingga kemudian Kiai As’ad yang menggantikan Kiai Syamsul Arifin setelah beliau wafat pada tahun 1951, sistem belajar mengajar dan pendidikan mulai dikembangkan ke sistem klasikal dengan didirikannya berbagai lembaga pendidikan, seperti Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Aliyah, SD, SLTP, SLTA sampai perguruan tinggi.
Dalam upaya mewujudkan pendidikan modern sesuai kebutuhan zaman, berbagai lembaga pendidikan kejuruan dan keahlian pun didirikan, seperti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Lembaga Kader Ahli Fiqh Ma’had Aly dan Madrasatul Qur’an sebagai lembaga kajian dan pendalaman ilmu-ilmu Al Qur’an. Termasuk lembaga ekonomi Koperasi. Lembaga-lembaga informal seperti kursus dan pelatihan juga turut mewarnai perkembangannya.

Sunday, March 26, 2017

Seminar Nasional Kiai As'ad

Seminar nasional
“kiai as’ad sebagai pahlawan nasional negara kesatuan republik indonesia”

OK. Sobat kali ini kita akan memberi kabar pada sobat semuanya. Bahwa pada tanggal 27 maret 2017. MASS Atau madrasah aliyah salafiyah syafi’iyah Sukorejo mengadakan seminar, Dengan narasumber pertama “KHR. Ach. Azaim Ibrahimy” beliau adalah pengasuh pondok pesantre tersebut. Narasumber yang kedua yakni “KH. Hariri Abd. Adhim” dan narasumber yang ketiga yakni “Bapak. Syamsul A. Hasan, M.Sos.I” beliau adalah penulis dan dekan fakultas dakwah.
Terlihat Peserta Seminar Nasional menyimak penyampaian dari narasumber
Namun narasumber yang hadir pada saat itu yakni Bapak Syamsul A. Hasan, M.Sos.I. dan cak Farid pendiri sekolah alam di banyuwangi yang berkesempatan hadir untuk menjadi narasumber pada kegiatan tersebut. Selain di hadiri narasumber yang berpengalaman dalam bidangnya. Acara tersebut juga di hadiri oleh. Para dewan guru Madrasah Aliyah Salafiyah syafi’iyah sukorjeo (MASS). Acara tersebut juga di hadiri oleh para Siswa Madrasah Aliyah dan juga ada peserta umum yakni dari Mta dan MI. Oya sobat selain di hadiri oleh para narasumber, guru dan peserta Seminar nasional. Juga ada hiburan dari Albanjari Junior yang cukup menghibur yang hadir pada acara tersebut.

Seperti pada biasanya kegiatan dimulai dengan pembukaan dan juaga ada pembacaan ayat suci al qur’an. Juga sambut sambutan dari ketua Osim “MASS” sekaligus menjadi pengganti sambutan dari ketua panitia kegiatan seminar tersebut. Ketua panitia tersebut juga menyampaikan bahwa kegiatan ini juga di anjurkan oleh Rosulullah “Musyawaroh baginda Rosulullah, kekasih allah dan para wali allah” tutur Ust. Khoirin Andi selaku ketua Osim MASS. Juga menyampaikan kepada peserta yang hadir untuk “berjuang dan mengabdi pada agama” selain itu ada yel-yel yang di ucapkan oleh ketua panitia tersbut “Subhanallah”. Ketua panitia tesebut juga menyampaikan bahwa “pejuangan Kiai as’ad harus di anugerahi”.
Setelah selesai sambutan oleh ketua panitian dilanjut oleh sambutan oleh kepala sekolah yang diwakilkan kepada Ust. Ali Murtadho. Beliar juga berpesan pada para peserta “Piham MASS sangat mengapresiasi kegiatan seminar nasional” tersebut. Beliar juga menyebutkan bahwa dilaksanakannya kegiatan seminar ini hanyalau untuk mengulas perjuangan beliar kiai As’ad. Beliau juga menyebutkan bahwa Kiai as’ad hidup 92 tahun oleh karena itu kita tikan akan bisa mengulas semua perjuangan beliau kiai as’ad. Hanya dengan waktu beberapa jam. Beliau juga berpesan kepada para peserta dan yang hadir pada acara seminar tersebut. Untuk “meneladani hal-hal yang perlu di teladani dari kiai As’ad”
Setelah semua kegiatan pebuka sudah selesai kita melanjutkan acara seminar tersebut. 

Sebagai pebuka narasumber pertama yakni bapak. Samsul A. Hasan, M.Sos.I. beliau menyampaikan pada para peserta yang hadir pada acara tersebut “merefleksi kembali perjuangan kiai as’ad sehingga menjadi pahlawan nasional”. Oh ya sobat bapak samsul A. Hasan ini menjadi salah satu penitia dalam pengusulan gelar pahlawan Kiai as’ad tersebut. Bakap hasan tersebut menjadi panitia khusus dalam bidang data. Beliau juga menuturkan bahwa kiai as’ad di lahirkan di kota makkah.  Bapak hasan juga bertutur bahwa kiai as’ad pernah berdawuh “saya ingin mata dalam mempertahankan dan menegakkan negara” beliau kiai as’ad juga sebagai pemdiri dan menumbuhkan cinta tanah Air ini tutur bapak hasan tersebut yang menjadi dekan fakultas dakwah. Kiai as’ad juga hadir pada acara MUI pertama kali yang waktu itu MUI dipimpin oleh Buya Hamka dan pada waktu itu juga dihadiri oleh presiden negara republik indonesia. Beliau bapak hasan juga menyambung kalimat kiai Afif bahwa di ajukannya kiai as’ad sebagai pahlawan yakni bertujuan untuk meluruskan sejarah. Setelah panjang lebar bapak Hasan menyampaikan materi seminar selanjutnya di ganti oleh narasumber yang kedua. Yakni bapak atau cak Farid sapa akrab beliau.

Beliau cak farid tidak banyak menyampaikan materi pada waktu itu karena memang waktu yang tidak mendukan. Tetapi beliar berpesan kepada para peserta seminar nasional tersebut. “buktikan dengan semangat belajar” bahwa kita sebagai santri kiai as’ad. Selain itu beliau juga berpesan untuk menjaga kebersihan kamar. Dan beliau juga menyampaikan bahwa kiai as’ad dalam masalah kebersihan tidak pernah main-main bahkan pada suatu saat kiai as’ad ngontro pesantren dan ternyata ada salah satu kamar yang masih belum membuang sampan dan akhirnya kiai as’ad melemparkan sampah tersebut kedalam kamar tersebut.  Beliau juga menyampaikan dawuh kiai as’ad bahwa “saya berharap kalian bisa menbaca al qur’an dengan baik - ”. beliau juga berpesan untuk mengamalkan dan melaksanakan kegiatan dan penjauhi larangan pesantren sepeti (belajar. Haddad. Dan mencari ilmu sebanyak-banyaknya.)

Yang selanjutnya acara tersebut di lanjut dengan tanya jawab oleh para peserta dengan narasumber yang hadir di tempat acara seminar tersebut..


Dokumentasi











wassalam

Monday, October 31, 2016

FILM KARYA SANTRI SUKOREJO JUARA NASIONAL MOVIESTIFAL 2016


Prestasi membanggakan ditoreh oleh seorang santri asal Situbondo, Andi Akil Miskil Khitam. Pemuda alumnus Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo itu berhasil memenangkan film karyanya berjudul “Jika Salah karena Aku Berbeda” berhasil terpilih menjadi juara terfavorit dalam ajang Moviestival 2016 tingkat nasional.
Prestasi yang diraih oleh pemuda desa kelahiran Sukorejo itu mengingatkan akan pesan seorang Ulama besar dan Karismatik, KHR As’ad Syamsul Arifin. Semasa hidupnya, sosok yang memiliki peran penting dalam berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) itu di hadapan santri-santrinya pernah menyampaikan tentang cita-citanya yang menginginkan agar santri yang diasuhnya dapat seperti santrinya Sunan Ampel, ada yang menjadi fuqoha (ahli agama), seniman, negarawan dan waliyullah (wali Allah). 
Film karya pemuda yang akrab dipanggil Akil itu berhasil menyingkirkan 142 film indie dari seluruh Nusantara pada ajang Moviestifal dengan tema “Nurani Bangsaku, Filmkan Nuranimu untuk Indonesia yang Lebih Baik” yang diselenggarakan oleh PT Pos & Komunitas Film Pendek Indonesia (KFPI) di Bandung. 
“Saya tidak menyangka karya orang desa asli Sukorejo Situbondo bisa menang di ajang yang sangat bergengsi ini. Ini semua berkat dukungan dan kerja keras dari semua tim yang terlibat dalam pembuatan film ini,” ujar alumnus Pondok Pesantren yang kini diasuh K.H.R. Ahmad Azaim Ibrahimy ini sebagaimana dikutip dari celebrity.okezone.com. 
Pemuda asli Sukorejo itu menjelaskan bahwa film karyanya itu menggambarkan seorang anak bernama Firman yang mengalami keterbelakangan mental dan mendapatkan perlakuan diskriminatif dari sekitarnya. Beruntung Firman memiliki seorang adik yang sikapnya lebih dewasa.
Ketika Firman mendapatkan perlakuan kasar, adiknya yang menjadi penolong bagi pemuda penyuka musik itu. Meskipun mendapatkan perlakuan kasar, Firman yang diperankan sendiri oleh Akil justru tidak dendam. Bahkan, ketika tokoh antagonis mendapatkan masalah utang piutang, Firman menolongnya dengan menjual alat musik piano kesayangannya.
Ia menambahkan, film yang dibuatnya mengandung pesan moral yang sangat dalam untuk menghargai perbedaan karena setiap orang terlahir unik dan berbeda.
“Maka, jadikanlah perbedaan itu indah dengan segala dimensi maknanya. Karena nurani bangsa kita merangkul semua perbedaan,” kata Akil.
Sementara itu, Pendiri Internet Cerdas Indonesia (ICI) Situbondo, Rahmat Saputra menjelaskan bahwa Akil menjadi salah satu tim ICI miliknya. Menurut Rahmat, Akil juga pernah membuat Situbondo bangga lewat video parawisata yang dibuatnya.
Berkat video promosi tersebut, parawisata Situbondo lebih dikenal oleh netizen Indonesia. 
Ia menjelaskan bahwa film karya Akil yang memenangi penghargaan ini sebagian ceritanya diangkat dari kisah nyata ini berhasil meluluhkan hati dewan juri untuk memilihnya sebagai film terfavorit. 
Saat ini Akil sedang dikontrak eksklusif untuk membuat video dokumenter Serikat Tenaga Kerja Bongkar Muat PSTKBM) Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.
Akil adalah sosok pemuda yang multitalenta dan memiliki keterampilan juga di bidang editing, musik, sutradara, dan aktor sekaligus. “Saya yakin dia akan menjadi seniman besar yang akan membawa nama harum Situbondo di tingkat nasional, bahkan internasional. Hal itu sudah mulai terbukti,” kata Rahmat, santri asal Aceh. 

sumber : 
https://serambimata.com/2016/10/31/membanggakan-film-karya-santri-sukorejo-juara-nasional-moviestival-2016/