Showing posts with label Cerpen. Show all posts
Showing posts with label Cerpen. Show all posts

Tuesday, February 6, 2018

Berkah Hujan (Vol - 1)

Berkah Hujan (Perjumpaan dibulan Berkah) 


perkenalkan saya adalah seorang yang sedang berusaha untuk menjadi pemenang. iya, pemenang di hati seseorang yang sangat saya sayang. aku tau, rasa cinta itu tidak pernah bisa di paksakan. namun rasa cinta itu datang begitu saja. bahkan saya rasakan rasa cinta itu mulai ada sejak engkau masih di bangku SMK dan aku yakin kau waktu itu tidak pernah bisa merasa atau malah tau denganku.

oh ya saya perkenalkan dulu seseorang yang telah menjadi pusat perhatianku setiap waktuku. dia itu seorang wanita yang sabar, juga kuat dan baik dan juga cantik. bahkan jika tidak berlebihan saya bilang dialah wanita terhebat yang pernah ada. jika saya gambarkan tentang wanita itu bagaikan siti khadijah yang setia menemani rosul dan sabar dengan segala ujian yang menimpa. oh ya lupa namanya belum saya sebut dia itu bernama ANA. iya dialah anaku. yang slama ini ku harapkan kehadirannya baik dalam jagaku atau dalam lelapku. bahkan tidak jarang dia hadir dalam mimpi-mimpi tidur istirahatku.

pernah suatu hari saya dengan dia bermain hujan berdua. di bawah derasnya hujan aku berlari berdua dengannya sambil tertawa bahagia sambil gandengan tangan. kita berlari menerobos derasnya hujan sambil gandengan tangan, kita teringat dengan masa lalu kitika kita kecil kita sering bermain dengan hujan tanpa kita takut sedikitpun. bahkan kadang kita bermain dengan hujan juga di selingi dengan petir dan kadang juga gelap karena mataharinya sedang tertutup oleh awan mendung. tiba-tiba telingaku mendengar bisikan dari temanku ayo bangun sholat subuh. eh, ternyata itu semua adalah mimpi, hehe. :) dan banyak lagi kisah mimpiku dengannya yang tidak kalah romantis untuk di dengar.

surabaya adalah tempat kelahirannya. namun dia itu bersal dari daerah jember namun kehidupannya lebih banyak di habiskan di sukorejo situbondo. dia menyelesaikan pendidikan SMP-nya di pesantren Sidogiri setelah itu dia melanjtukan ke sukorejo. sampai sekarang dia masih mondok dan melanjutkan kuliah di sukorejo.

kisah ini di mulai sejak bulan puasa 2015 dulu. kebetulan waktu itu saya tidak pulang ke rumah ketika yang lain pada pulang ke rumahnya masing-masing saya lebih asyik berdiam di pondok karena waktu itu saya rasa inilah saya, santri. banyak sekali kegiatan-kegiatan yang bermanfaat yang dilakukan dipondok pas bulan puasa atau bulan romadhon. dari pengajian maraton atau pengajian kotab secara khataman selama 15 hari.

"capek man". sapa malik membangunkan lamunanku.
"capek kenapa lik, wong dari tadi pagi kamu tidak ikut pengajian, malah banyakan tidurnya". jawabku pada malik.
"hehehehe". hanya tawa yang malik jawabkan.
"oh ya lik. hari ini kan terakhir ya lik pengajian". sambil merapikan kitab yang berserakan di meja belajar.
"hem".jawab malik, sambil memegang kepalanya mencoba mengingat sesutu.
"iya lik hari ini kan sudah tanggal 15 romadhon lik". mencoba menjelaskankepada malik.
"oh ya. ya man malik lupa". sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"kamu sih lik. sukanya tidur jadi gak tau kalok hari ini sudah tanggal 15". jawabku.
malaik hanya terdiam dan tersenyum malu. mendengan perjelasanku

Tuesday, April 11, 2017

Kisah Suami dan Istri

# Sejenak Sebelum Mata Terpejam #
Kemesraan Suami Istri
istri : Abang, aku mau kerja!”
suami : “Jangan, lah. Kamu di rumah saja. Istri itu di rumah tugasnya :)”
istri : “Itu, tetangga kita, dia kerja!”
suami :“Hehe …, dia itu guru, sayaang. Dia dibutuhkan banyak orang. Yang membutuhkan kamu tidak banyak. Hanya Abang dan anak kita. Di rumah saja, ya.”
istri : “Itu…, tetangga kita yang satunya, yang sekarang sudah pindah ke kampung sebelah, aku lihat dia kerja. Bukan guru. Tidak dibutuhkan banyak orang.”
suami :“Nanti, tunggu Abang meninggal dunia.”
istri : “Apa-apaan sih?”
suami :“Dia itu janda, sayaaaang. Suaminya meninggal satu setengah bulan yang lalu. Makanya dia kerja.”
istri : “Tapi kebutuhan kita makin banyak, Bang”
suami : “Kan Abang masih kerja, Abang masih sehat, aku masih kuat. Akan Abang usahakan, InsyaAllah.”
istri : “Iya, aku tahu. Tapi penghasilan Abang untuk saat ini tidaklah cukup.”
suami : “Bukannya tidak cukup, tapi belum lebih. Mengapa Abang bilang begitu? Karena Allah pasti mencukupi. Lagi pula, kalau kamu kerja siapa yang jaga anak kita?”
istri : “Kan ada Ibu! Pasti beliau tidak akan keberatan. Malah dengan sangat senang hati.”
suami : “Istri Abang yang Abang cintai, dari perut sampai lahir, sampai sebelum Abang bisa mengerjakan pekerjaan Abang sendiri, segalanya menggunakan tenaga Ibu. Abang belum ada pemberian yang sebanding dengan itu semua. Sedikit pun belum terbalas jasanya. Dan Abang yakin itu tak akan bisa. Setelah itu semua, apakah sekarang Abang akan meminta Ibu untuk mengurus anak Abang juga?”
istri :“Bukan Ibumu, tapi Ibuku, Bang?”
suami : “Apa bedanya? Mereka berdua sama, Ibu kita. Mereka memang tidak akan keberatan. Tapi kita, kita ini akan jadi anak yang tegaan. Seolah-olah, kita ini tidak punya perasaan.”
istri : “Jadi, kita harus bagaimana?”
suami : “Istriku, takut tidak tercukupi akan rezeki adalah penghinaan kepada Allah. Jangan khawatir! Mintalah pada-Nya. Atau begini saja, Abang ada ide! Tapi Abang mau tanya dulu.”
istri :“Apa, Bang?”
suami : “Apa alasan paling mendasar, yang membuat kamu ingin bekerja?”
istri : “Ya untuk memperbaiki perekonomian kita, Bang. Aku ingin membantumu dalam penghasilan. Untuk kita, keluarga kita.”
suami : “Kalau memang begitu, kita buka usaha kecil saja di rumah. Misal sarapan pagi. Bubur ayam misalnya? Atau, bisnis online saja. Kamu yang jalani. Bagaimana? anak terurus, rumah terurus, Abang terlayani, uang masuk terus, InsyaAllah. Keren, kan?”
istri : “Suamiku sayang, aku tidak pandai berbisnis, tidak bisa jualan. Aku ini karyawati. Bakatku di sana. Aku harus keluar kalau ingin menambah penghasilan.”
suami : “Tidak harus keluar. Tenang, masih ada solusi!”
istri :“Apa?”
suami : “Bukankah ada yang lima waktu? Bukankah ada Tahajud? Bukankah ada Dhuha? Bukankah ada sedekah? Bukankah ada puasa? Bukankah ada amalan-amalan lainnya? Allah itu Maha Kaya. Minta saja pada-Nya.”
istri :“Iya, Bang, aku tahu. Tapi itu semua harus ada ikhtiar nyata.”
suami : “Kita ini partner, sayang. Abanglah pelaksana ikhtiarnya. Tugas kamu cukup itu. InsyaAllah jika menurut Allah baik, menurut-Nya kita pantas, kehidupan kita pasti akan berubah.”
istri : “Tapi, Bang?!”
suami : “Abang tanya lagi…, kamu ingin kita hidup kaya, apa berkah?”
istri :“Aku ingin kita hidup kaya dan berkah.”
suami : “Kalau begitu lakukan amalan-amalan tadi. InsyaAllah kaya dan berkah.”
istri : “Kalau tidak kaya?”
suami : “Kan masih berkah? Dan…, tahu apa yang terjadi padamu jika tetap istiqomah dengan itu?”
istri : “Apa, Bang?
suami : “Pilihlah pintu surga yang mana saja yang kamu suka. Dan kamu, menjadi sebenar-benarnya perhiasan dunia.”
***
Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seorang wanita (istri) itu telah melakukan shalat lima waktu, puasa bulan Ramadhan, menjaga harga dirinya dan mentaati perintah suaminya, maka ia diundang di akhirat supaya masuk surga berdasarkan pintunya mana yang ia suka (sesuai pilihannya),” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Thabrani).
“Dunia adalah
perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholehah” [H.R. Muslim]
***
#isa la tansa

Sunday, April 9, 2017

Kisah Kedatangan Mailakat Maut pada Nabi

Kematian adalah suatu hal yang pasti bagi setiap umat manusia. Tapi kita tidak pernah tahu, kapan, dimana, dan bagaimana kita akan meninggal. Semua itu adalah rahasia Allah SWT. Beginilah kisah malaikat maut mencabut nyawa Nabi Muhammad SAW. Hari itu menjadi hari yang paling menyedihkan bagi umat manusia, terutama umat muslim.
Malaikat yang bertugas sebagai pencabut nyawa adalah malaikat Izrail. Sebelum ia melakukan tugasnya, Allah SWT berpesan pada malaikat Jibril bahwa jika Nabi Muhammad tidak menghendaki nyawanya untuk dicabut maka malaikat Izrail dilarang untuk mencabutnya karena Nabi adalah manusia yang paling berharga. Inilah kisah malaikat Izrail mencabut nyawa nabi Muhammad.
Setelah itu, malaikat Izrail datang ke rumah Nabi. Kemudian ia berseru dengan mengucapkan salam di depan pintu, ia bertanya apakah ia diperbolehkan masuk. Tapi, putri Nabi, Fatimah tidak mengijinkannya masuk karena pada saat itu ayahnya (Nabi) sedang mengalami sakit demam. Dan Fatimah pun menutup pintu dan kembali menemani ayahnya.
Karena Nabi juga mendengarkan suara itu, kemudian beliau bertanya bahwa siapakah orang yang itu. Fatimah pun tidak tahu karena ia baru pertama kali melihatnya.
Lalu Rasulullah memandang putrinya dengan penuh kelembutan dan kemudian menjelaskan bahwa orang itu adalah malaikat Izrail yang akan memisahkan Nabi dari kenikmatan sesaat dan memisahkan dari pertemuan di dunia. Mendengarnya, Fatimah pun menahan tangisannya karena malaikat Izrail mencabut nyawa nabi Muhammad.
Melihatnya, Rasulullah bertanya kenapa malaikat Jibril tidak datang menyertainya. Kemudian dipanggillah malaikat Jibril dan ia datang ke rumah Rasul. Setelah itu, Rasul bertanya pada Jibril mengenai haknya ketika di hadapan Allah. Malaikat Jibril menjelaskan bahwa Rasul akan dibukakan pintu-pintu langit dan semua malaikat akan menyambut Ruhnya. Semua surga akan terbuka lebar menunggu kedatangan Rasul. Tapi hal tersebut tidak lantas membuatnya lega. Hingga malaikat Jibril bertanya apakah kabar tersebut tidak membuatnya bahagia. Rasulullah menanyakan tentang nasib umatnya kelak. Malaikat Jibril pun menenangkan Rasulullah dan ia menjelaskan bahwa Allah pernah berfirman bahwa surga adalah tempat yang diharamkan bagi semua orang kecuali umat Nabi Muhammad SAW.
Dan kini saatnya malaikat maut mencabut nyawa Rasulullah. Terlihat seluruh tubuh Rasul bersimbah peluh dan semua urat lehernya mulai menegang. Rasulullah pun mengaduhkan betapa sakitnya sakaratul maut tersebut. Putrinya hanya terpejam tidak kuasa melihatnya. Sahabat Rasul, Ali berada di samping rasul dengan sedikit tertunduk. Sedangkan malaikat Jibril memalingkan wajahnya. Kemudian Rasul bertanya apakah Jibril jijik melihat Rasul hingga ia harus membuang muka padanya. Jibril pun menjelaskan bagaimana ia tidak tega melihat kekasih Allah kesakitan seperti itu.
Rasulullah kembali mengaduh karena cara malaikat mencabut nyawa memang sakit yang sangat. Tubuhnya pun mulai dingin, dada, dan kakinya sudah tidak bisa digerakkan. Bibirnya bergetar seakan membisikkan sesuatu, kemudian Ali mendekatkan telinganya dan Rasulullah mengatakan bahwa peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang yang lemah di antara kita.
Umat manusia pun bersedih hingga terdegar suara tangisan di luar rumah Rasul. Kemudian Rasul kembali berbisik, dan Ali kembali mendekatkan telinganya pada Rasul. Rasul mengatakan “Umatku, umatku, umatku”.
Betapa mulianya Nabi Muhammad SAW. Meskipun dalam kesakitan yang luar biasa, beliau masih memikirkan umat tercintanya. Bahkan ia memikirkan nasib mereka setelah Rasulullah tiada.

Ilmu Yakin Simbah Muji

Minggu lalu saya dapat rejeki, waktu pulang dari satu tempat. saya melihat seorang simbah-simbah berkain jarik membawa tenggok bambu sedang berjalan di pinggir jalan aspal yang ramai, langsung motor saya pepetkan di depan simbah itu.
Simbah Merekok
"Ajeng ten pundi mbah? Monggo sareng leh kulo.." Saya mengajak simbah itu untuk saya boncengkan.
"Inggih mas, matur nuwun.." Tanpa ragu simbah itu naik ke boncengan, siuuutt! PW.. Posisi wuenak!
Motor saya gas pelan, ternyata siang itu saya akan dapat ilmu baru..
Namanya mbah Muji, sehari-hari jualan toge di sebuah pasar di Jogja. Kalau pagi mbah Muji diantar oleh cucunya naik motor sejauh 6 kilometer. cucunya lanjut kerja sampai sore sehingga tidak bisa menjemput mbah Muji ke pasar. Bubaran pasar jam 11 siang. mbah Muji pulang dengan naik bis, turun di perempatan jalan besar, lalu harus berjalan kaki 3 kilo sampai ke rumah di siang hari yang panas itu.
Whottt! Jalan kaki pulangnya?
Begini terjemahannya dari bahasa Jawa,
"Simbah dulu naik sepada mas tiap ke pasar, cuman sudah 5 tahun ini simbah diantar, pulangnya ngebis, sudah nggak kuat naik sepeda pulang-pergi.."
"Lho bukannya kalau pulang juga jalannya jauh mbah, 3 kilo, lho sampai dusun nya simbah.."
"Mboten mas, selama 5 tahun ini hanya 3-4 kali simbah jalan sampai rumah, selalu tiap hari ada saja yang memboncengkan simbah, gonti-ganti orangnya, simbah diantar sampai depan rumah..
Simbah juga gak kenal mereka, ada yang tentara, ada yang kuliah, bergantian mereka memboncengkan simbah, padahal simbah juga tidak mengenal mereka..
Simbah yakin saja, pasti Allah yang akan memilihkan dari ratusan orang yang lewat di jalan itu untuk mengantar simbah setiap hari.. Biar jadi pahala mereka semua, simbah tidak bisa membalasnya..."
Wow.. Ilmu yakin Mbah Muji ini mengalahkan teknologi gojek, yang harus pakai gadged untuk memanggil jemputannya.
Seperti siang ini, ilmu yakin mbah Muji yang menarik motor saya dapat giliran mendekat dan merapat di depan langkahnya..
Besok pasti ada orang lain yang akan merapat lagi, mengantarkan simbah untuk pulang ke rumah.. Yakin deh! Dengan perbandingan 5 tahun hanya sesekali jalan kaki, simbah membuktikan Allah hadir setiap hari..
Bagaimana dengan kita?
Ketika "ilmu yakin" belum nancep di dada, kita sering ragu ketika berhadapan dengan masalah, yang dicari selalu solusi, bukan Allah.. Padahal Allah lah pemilik segala solusi.
Jadinya Allah dilupakan, solusi malah gak datang-datang..
Ketika masalah-masalah tak kunjung selesai, kita bersandar pada manusia yang juga lemah, curhat kesana sini, malah seperti mengumbar aib sendiri..
Padahal pesan Allah sangat jelas,
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya”
[QS. Ath Tholaq: 2-3]
Hutang belum selesai, sabarrr.. Bersandar terus pada Allah biar dikasih jalan keluar..
Ibadahnya makin digenjot habis, habissss sehabis-habisnya!
Masalah-masalah seperti buntu, gak ada jalan keluar, sabarr.. Minta ke Allah langsung semua solusinya, yakin pasti ada jalannya..
Ilmu yakin, "Aku ini diciptakan oleh Zat Yang Maha Kaya, kenapa aku harus takut menjadi miskin.."
Simbah sudah sampai di depan rumah, saya pamitan langsung, sambil menyalaminya, simbah mengguyuri saya dengan doa-doa yang membuat saya merinding mendengarnya..
Jogja yang panas siang ini, entah mengapa jadi terasa sejuk tembus ke hati...

Oleh Saptuari Sugiharto

Saturday, April 8, 2017

Kapal Pesiar dan Pasangan Suami Istri

Sebuah kapal pesiar mengalami, kecelakaan di laut dan akan segera tenggelam. Sepasang suami istri berlari menuju sekoci untuk menyelamatkan diri, sampe disana, mereka menyadari bahwa hanya ada satu tempat, untuk satu orang yg tersisa.
Kapal Pesiar yg Sedang Tenggelam
Segera sang suami melompat mendahului sang istri, untuk mendapatkan tempat itu, sang istri hanya bisa menatap sang suami yg berlalu meninggalkannya. sambil meneriakan sebuah kalimat sebelum skoci menjauh, dan kapal benar-benar menenggelamkannya.
Guru yg menceritakan kisah ini, bertanya pada murid-murid-nya
Menurut kalian kalimat apa yg di teriakan oleh sang istri ???
Sebagian besar murid-murid itu menjawab
" aku benci kamu!!
"Kamu tau aku buta''
" tega nya dirimu!!
"Kamu egois
Tapi ada seorang murid, yang diam saja, dan guru pun meminta sang murid tuk menjawab. dan kata si murid
"guru, saya yakin si istri pasti berteriak,, tolong jaga anak kita baik-baik ya, biar lah aku yg tenggelam"
Guru itu terkejut, dan bertanya,,
Guru   : Apa kamu sudah pernah dengar cerita ini sebelumnya?
Murid itu hanya menggelengkan kepala, belum,,
Murid : Tp itu yg di katakan oleh mama saya sebelum beliau meninggal karena penyakit kronis.
Guru itu menatap seluruh kelas dan berkata "itu jawaban yg benar"
Kapal itu kemudian benar-benar tenggelam dan sang suami membawa pulang anak mereka sendirian.
Bertahun-tahun kemudian setelah sang suami meninggal, anaknya menemukan buku harian ayahnya. disana dia menemukan kenyataan bahwa saat orang tua naik kapal pesiar itu, mereka sudah mengetahui bahwa sang ibu menderita penyakit kronis dan akan segera meninggal menurut dokter. karena itu di saat darurat, ayahnya memutuskan menggambil satu-satu-nya kesempatan tuk bertahan hidup demi buah cintanya..
Dia menulis di buku harian itu,.
" betapa aku berharap untuk mati di bawah laut bersamamu, denganmu, membawa cinta kita. tetapi demi buah hati kita aku harus membiarkanmu tenggelam, sendirian tuk selama lamanya, aku pun janji akan sllu sendiri sampe maut mempertemukan kita kembali."
cerita ini pun selasai. dan seisi kelas pun terdiam,, guru itu yakin bahwa murid-murid-nya sekarang mengerti moral dari cerita tersebut.
bahwa kebaikan, dan kejahatan di dunia ini, tidak sesederhana yg kita sering pikirkan, ada berbagai macam komplikasi dan alasan di baliknya,yang kadang sulit di mengerti.
Karena itulah kita seharusnya jangan pernah melihat hanya dari luar dan kemudian menghakiminya, apa lagi yang tak tau apa-apa karena.
"Mereka yang sering membayar untuk orang lain, mungkin bukan berarti mereka kaya, tapi karena mereka menghargai hubungan dari pada uang"
"Mereka yg bekerja tanpa ada yang menyuruh, mungkin bukan karena mereka bodoh, tapi karena mereka menghargai konsep tanggung jawab"
"Mereka yang minta maaf duluan setelah bertengkar, mungkin bukan berarti mereka bersalah, tapi karena menghargai orang lain dari pada dirinya sendiri".
"Mereka yang mengulurkan tangan untuk menolongmu, mungkin bukan karena mereka merasa berhutang, tapi karena mereka menganggap kamu sahabat"
"Mereka yang sering mengontakmu, mungkin bukan karena tidak punya kesibukan, tapi karena kamu di hatinya"
"Mereka yang selalu menyanjung-mu setinggi langit, mungkin bukan karena engkau pahlawan tapi mungkin mereka memaafkan keburukan-mu"
"Mereka yang selalu menghinamu dan menghakimimu, bukan karena mereka membencimu, tapi mungkin mereka ingin menguji ketulusan cintamu"
Dan "Mereka yang selalu ingin di sapa karena merasa hanya engkau yang di cintai"

Tuesday, April 4, 2017

Belum Usai - Vol 1