Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Wednesday, November 22, 2017

20 & 22 November 2017

20 & 22 November 2017

Bidadariku.
aku ingin mengajakmu untuk.
memulai hidupmu lagi
aku mengajakmu untuk
menata masa depan kita berdua.

bidadariku.
yakinlah.
bahwa 
semua sudah di tetapkan
dan kita ditetapkan 
untuk bersatu.

bidadariku.
senyumilah
dengan masalahmu. kita akan melaluinya bersama.

mencari lorong kebahagian.
dengan 
saling mengenal.
saling percaya.
saling rindu.

bidadariku.
pintaku. dikala hujan turun.
pintaku. diantara dua khutbah.
pintaku. dikala waktu-waktu istijabah.
ku. pinta HATI.
ku. pinta KEBAHAGIAAN.
ku. pinta. KESABARAN.
ku. pinta. IKHLAS.

bidadariku.
aku menyayangimu. melebihi sayangku pada diriku sendiri.
dalam waktuku. selalau engkau.
rindu itu.
kesah itu.
tangis itu.
semuanya tentang engkau bidadariku.

engkaulah 
BIDADARI SYURGAKU.
Malaikat Tanpa Sayap.
Sukorejo 23 November 2017

Tuesday, November 21, 2017

Ma'afku Kasih

"Ma'afku Kasih"

ma'afku kasih 
jika kataku berlebihan.
ma'afku kasih.
jika tulisku berlebihan.

dengan tidak berprasaan
kuluapkan semua nya.
ma'af kasih.

saya menyesal dengan itu.
saya tidak akan mengulangnya kembali.

ma'afkanlah lelakimu ini.
yang telah hina diri.
membuat kata yang buat engkau terluka
atau marah.

ma'af kasih.
saya benar-benar telah menyesal.
ma'afkan kasihku
Gus Maman
Sukorejo, 21 November 2017

Friday, November 17, 2017

Melukismu

"Melukismu"

kau bagaikan embun dikala pagi,
meneduhkan pandangan ini.
kau bagaikan sinar mentari, 
menghangatkan dikala dingin.
kau bagaikan tetesan hujan,
menyebarkan keberkahan bagi alam semesta.

senyummu menenangkan fikir
senyummu menenangkan hati
senyummu menenangkan langkah.
tatapmu meneduhkan masalah-masalah hati dan fikir.

kaulah ciptanya yang paling sempurna.
kaulah ciptanya yang paling indah.
bagiku.

apapun yang ada padamu adalah
keindahan yang sempurna. tanpa celah sedikitpun.
tiada celah bagiku untuk menemukan
katidak sempurnaan itu.
10 : 58 | 
Sukorejo 18 november 2017

Hujan ditanggal 17 November

Hujan ditanggal 17 November

Hujan,
jika memang kau adalah rahmat
maka rahmatilah kami.
Hujan.
diderasnya kau mengguyur punggung bumi ini.
di situlah kau tebarkan keberkahan
maka berkahila kami.

hujan ini akan slalu.
saya rindukan
karena pada saat hujan ini. 
ada do'a yang pasti kan terkabul.

ditanggal 17 november ini.
hujan dan do'a bersamaan.
hujan turun.
namun
disitu do'a kami panjatkan.

sampaikan salam kami padanya.
bahwa rindu itu masih ada
dan sangat kami rindukan untuk 
berjua dan menatap keindahannya.

terimalah do'a-do'a kecil kami.
kami ingin bahagia.

semoga kita tercatat dibuku catatan kita.
bersatu.
sukorejo 17 november 2017
Maman

Monday, November 13, 2017

Hujan di Tanggal 13

Hujan di Tanggal 13

rindu. 
taukah engkau seharian ini.
kau tidak ada kabar kepadaku.
taukah engkau
rindu.
bahwa sangat merindukan 
prihal dirimu.
tawamu, senyummu, keluhmu.
semuanya.

aku merindukanmu.
ibarat. 
daun yang jatuh tidak pernah membenci angin.
aku merindukanmu.
ibarat.
pencarian nabi adam dengan dambaannya hawa.
aku mrindukanmu.
ibarat.
zulaikha merindukan yusuf
aku merindukanmu.
ibarat. 
baginda muhammad merindu Khatijah ra.
aku merindukanmu.
ibarat
laila dan majnun.

iya benar.
saat ini di bawah hujan, di tanggal 13 november ini.
aku merindukanmu.

ku titipkan do'a untuk kebahagiaanmu.

03 : 21
waktu ashar.
Paman | 13 November 2017

Wednesday, October 18, 2017

2 hari

2 hari

Rindu.
ketika aku mendengarkan nada nada indah sunyinya malam.
aku mendengar bisikan itu kembali.
bagaikan bisikan seorang ratu pada sang raja.
katika aku melihat suatu keindahan malam nan teduh
aku tidak dapat melihat keindahan sepenuhnya.
jika kau tiada.
karena 
pada dua hari mendatang.
aku akan meninggalkan kisah itu.
mencari kisah masa yang baru.
sayang.
teruslah menjadi aduanku
di kala aku sedang senang atau sedih
sayang
bersabarlah karena apapun akan terjadi
tanpa kita pinta pun
dia akan menjumpai kita.
kita.... tidakkan pernah bisa menghindar darinya.

Sukorejo, 18 Oktober
Maman

Sunday, April 16, 2017

Waktu 5

"Waktu 5"

Dingin memeluk Diri ini,
Mata berusaha memelek menahan Kantuk,
dibasuh Muka ini dengan Air. Sehingga menusuk Pori-pori Ini.
Itulah Waktu Shubuh.

Panas terik matahari menyengat tubuh kurus ini,
lesu, lemas, semuanya mengeluh. 
maka. basuhlah muka ini dengan air.
sehingga menjadi penyegar dikala kepanasan.
itulah waktu Dzuhur.

Mengais rezeki, dengan bekerja keras.
tubuh lelah. namun air menjadi penghilang lelah ini ketika berwudhu'.
itulah waktu Ashar.

malas karena seharian bekerja, capek.
namun akan hilang dengan usapan lembut air segar ini. 
itulah waktu Maghrib.

kantuk menyerang mata ini, lesu, capek, 
sisa tenaga ada dipenghujung sisa waktu ini.
namun air ini lagi yang menjadi penyegar lesu ini.
itulah waktu Isya'.
#gus Maman

Thursday, April 13, 2017

Lautan Kata KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy

KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy Pengasuh P2S3
"Saujana, sejauh mata memandang, titik akhir masâfah pengembaraan tak kan pernah terlihat pasti. Di hadapan, rimba belantara harus terlewati. Setiap karakter yang aku temui, tak jarang memperlihatkan wajah-wajah kebinatangan selain kemanusiaannya secara lahiri. Di hadapan, sahara kejenuhan membuat dahaga hati. Setiap bayangan fatamorgana menipu keteguhan diri. Di hadapan, puncak gunung kesuksesan menjadi tempat mendaki. Setiap letupan magma keangkuhan berpotensi besar membinasakan orang lain dan diriku sendiri. Di hadapan, jurang kegagalan sangat curam sekali. Setiap penentangan dan ketidaksabaran membuka lebar kekufuran pada hikmah Ilahi. Aku adalah manusia dan harus berusaha tetap menjadi manusia, berkepribadian manusia, menjalani peran sebagai manusia, dan membangun peradaban manusia." Akhirnya kutemukan tali simpul dari seluruh rentetan peristiwa ini.

"Langkah demi langkah terayun, menapaki jejak, melewati fase pengembaraan. Dan bila batas dimensi teleh dekat, Barzakh akan menjelang di hadapan. Ingatlah, bahwa sesudah itu, disana ada kehidupan hakiki, kehidupan dan keindahan bagi yang bersuka cita dan mengikuti jejak takwa. Disanalah kehidupan taman surgawi!" Wajah tertunduk, terpekur oleh setiap kejadian yang mendera.

"Kukatakan pada diri sendiri bahwa aku adalah seorang pengembara. Kukatakan bahwa hidup adalah belantara, kukatakan untuk beningkan hati. Dan kukatakan bahwa dunia hanyalah tempat bersinggah, bukan tempat abadi. Kukatakan itu semua, untuk bekali diri, tabahkan hati!
"Ketahuilah wahai pengembara sejati, bahwa pengembaraan ini bukan sekedar perjalanan hidup duniawi, bukan sekedar menapaki bumi. Namun pengembaraan ini juga perjalanan hati, perjalanan ruhani, menuju Maha Pengasih, Maha Kekasih. Bila di dunia fisik ada fase kehidupan materi, maka di dunia psikis pun ada fase kehidupan yang dimensinya lebih menakjubkan lagi. Dimulai dari suatu proses kontemplasi, turunnya cahaya kesadaran, lalu menjadi pencerahan diri, semua nilai-nilai hidup terbacakan di depan mata, mata batin, bernama hati nurani."

"Sungguh betapa panjang penderitaan, betapa sulitnya keadaan, sedangkan masa lapang berjalan begitu lamban, hingga membuat letupan gelisah dan goncangan pada jiwa, bahkan sedikit rasa putus asa dan kekenduran semangat menggoda, datang hinggapi diri sebagai suatu kewajaran yang manusiawi. Namun hal itu tak kan tinggal begitu lama dalam diri seorang mu'min sejati, karena ia terjaga oleh keyakinannya yang kuat bahwa segala sesuatu yang ditakdirkan tersebut berada dalam ilmu Ilahi, di bawah pengetahuan-Nya yang maha luas nan azali, pada waktu yang telah ditentukan dan batas yang diketahui. Ia menyadari keadaannya di alam semesta ini tak lepas dari sunnatullâh yang bijak bestari."
KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy

Monday, April 10, 2017

Ini bukan Kamu

"Ini Bukan Kamu"

suara itu.
dan rasa ini tidak seperti dulu lagi.
semua berbeda. 
entah kenapa aku merasakan itu.
bukanlah kamu.
sekarang semua sudah berubah.
dan tiada lagi rasa kagum dalam diri ini terhadapmu.
dulu
kau adalah pujaanku.
tapi sekarang.
sudah tiada sepeti itu lagi.
aku rindu masa-masa itu.
aku rindu.
senyummu.
aku rindu tawamu
aku rindu malumu.
kenapa kau berubah, kenapa.
semua itu sudah tiada lagi pada dirimu. 
aku kecewa akan kau sekarang. dan 
aku berharap kau akan kembali.
sepeti dulu lagi. 
walaupun dulu kau tak pernah hiraukanku.
tapi aku rindu.

Minggu 03:30 / 09 - 04 - 2017


Thursday, April 6, 2017

Salam Rindu

"Salam Rindu"

Menahan rindu.
Menahan kasih yang tak sampai.
Aku masih menahan rasa ini.
Dalam perih ini,
Dalam rindu ini,
Dalam kasih ini,
Dalam kelam ini,
Dalam duka ini,
Dalam suka ini,
Aku rasakan itu semua padamu.
Masih bertahan.
Bertahan, menunggu kehadiranmu, dalam hidupku.
Meski bimbang langkah ini,
Meski rimba jalan ini,
Meski perih jalan ini,
Meski, meski dan meski.
Aku tetap menunggu kehadiranmu.
Walau hanya Dalam mimpi semata.

Rindu.
Tampa. 
Hari - tanggal, Bulan, Tahun


Wednesday, April 5, 2017

Do’a mu

"Do’a mu"

arahku hilang, 
aku melangkah tampa ada tujuan yang jelas.
tampa do'a mu aku bagaikan tanah yang gersang tak berair, 
tanpa do'a mu aku bagaikan berung yg tiada sayap bagi ku.
dan terbang tanpa sayap. 

do'a mu akan slalu ku harapkan . 
di setiap langkahku ,

do'akan aku ,
ma'afkan aku jika aku terlalu memaksa pada mu ,
wahai sinarku jangan sampai kau menghilang 
dari catatan hidupku.
 kasih dan sayangmu slalu kursakan.

namun aku tidak pernah bisa membalasnya, 
walaupun semua badanku, 
aku cincang-cincang tak kan pernah bisa membalas jasa mu.
kau mendidikku dengan semua yang kau miliki...ibu.

30 agustus 2016 1:24

Tuesday, April 4, 2017

Arah yang hilang

"Arah yang hilang"

aku tetap berjalan mencarimu .
aku akan terus berjalan walau tampa arah.
arahku hilang ketika kau tiada lagi.

masihkah ada harapan untukku menemukannmu .
sedangkan kau menjauh dari ku. 
aku akan sabar menantimu sehingga engkau sadar.
betapa besar rasa yang kumiliki padamu.

rasa ini terus mengalir dan menguap dari cawan rindu ini.
seiring dengan rasa ini. 
kau berlahan menjauh dariku.
rasa ini semakin merinduimu kasih.
walaupun kau tak kan pernah merasa apa yang aku rasakan pada mu kasih.
salam rinduku kasih.

30 agustus 2016 1:19

Cahaya Mu

"Cahaya Mu"

kecoba melangkah walaupun dengan langkah 
yang lunglai tak berarah.
namun cahaya terang masih terlihat di kejauhan,
cahaya itu yang menuntunku hingga sampai padamu, 

rindu.

namun kini engkau tlah tiada lagi. 
hati ini lunglai dengan semua gerak ini.
namun aku akan tetap berusaha untuk,
kembali menemukan cahaya mu itu.
karna hidupku tampa cahayamu takkan bermakna sedikitpun. 
walaupun semuanya menghibur.


cahaya tuntunlah aku. 
menuju padanya dengan bahagia. 
dan sampaikanlah rasa ini padanya 
sehingga dia tau betapa tersiksanya hati ini 
menahan rasa rindu di hati  ini.


Rasa Rindu

"Rasa Rindu"

jalan ini sudah aku lalui namun . rasa ini tetap padamu.
rindu ini masih saja tentangmu.
Meski Semua yang saya lakukan untuk melupakanmu. 
malah kau semakin bermain-main dalam pikirku.

aku bingung dengan semua ini,

kau bukan siapa-siapa bagiku, 
namun kau tetap saja. 
mengikuti dan menjelma dalam semua langkah ku.

Sakit namun Rindu.

Sukorejo, 13:56. 05-04-2017