Showing posts with label Sukorejo. Show all posts
Showing posts with label Sukorejo. Show all posts

Wednesday, February 7, 2018

Astaghfirullah inilah 15 siksa bagi orang yang meniggalkan Sholat

Sabda Nabi SAW: “Barang siapa yang menyepelekan sholat (menggampangkan sholat), maka Allah akan menyiksanya dengan lima belas macam siksaan; enam siksaan di dunia, tiga siksaan ketika menjelang mati, tiga siksaan dialam kubur dan tiga siksaan ketika keluar dari alam kubur“. (Qurtubi(Qurratul ‘uyun: hlm.2)).



6 Macam Siksaan Ketika Di Dunia
1. Allah akan menghilangkan keberkahan dari umurnya;
2. Tanda kesholehannya akan dihapus oleh Allah dari keningnya;
3. Semua amalnya tidak akan diberi pahala oleh Allah SWT;
4. Allah SWT tidak akan mengangakat doanya ke langit;
5. Semua makhluk di dunia akan menyepelekannya;
6. Dia tidak akan mendaapatkan bagian doanya orang-orang sholeh.


3 Macam siksaan Ketika Sakarotul Maut
1. Bahwasanya orang yang meninggalkan sholat dia akan mati dalam keadaan hina;
2. Bahwasanya orang yang meninggalkan sholat dia akan mati dalam keadaan lapar;
3. Bahwasanya orang yang meninggalkan sholat dia akan mati dalam keadaan haus, walau air lautan di dunia diminumkan kepadanya, maka tetap tidak akan pernah menghilangkan rasa haus dahaganya.


3 Macam Siksaan Ketika Berada Di Alam Kubur
1. Kuburnya akan disempitkan oleh Allah dan dihimpitnya sampai tulang rusuknya hancur berantakan;2. Didalam kuburnya akan dinyalakan api neraka, kemudian orang yang meninggalkan sholat siang malam, ia akan dipanggang dan dibolak-balikan diatas bara api tersebut;3. Ular yang bernama Syuja’al-Aqro’ akan datang pada orang-orang yang meninggalkan sholat. Ular syuja’al aqro’ itu tercipta dari api neraka, kukunya terbuat dari besi, dan setiap kuku panjangnya seperti ukuran perjalanan satu hari.Ular itu akan berkata kepadanya : “Aku ini Syuja’al-Aqro’, suaranya bagaikan petir yang menyambar, dan ular itu berkata: “Tuhanku menyuruhku agar memukulmu karena telah menyia-nyiakan sholat shubuh dari shubuh sampai dzuhur, dan agar memukulmu karena telah menyia-nyiakan sholat dzuhur dari dzuhur sampai asar, dan agar memukulmu karena menyia-nyiakan sholat asar dari asar sampai magrib, dan agar memukulmu karena menyia-nyiakan sholat magrib dari magrib sampai isya, dan agar memukulmu karena menyia-nyiakan sholat isya dari isya sampai shubuh. Ketika ular itu memukulnya satu kali pukulan, maka yang dipukulnya masuk kedalam tanah sedalam ukuran 70 hasta, lalu ular Syuja’al-Aqro’ memasukkan kuku-kukunya kebawah tanah dan kemudian mengeluarkannya kembali, dan siksaan itu tiada henti-hentinya sampai hari kiamat, maka kita mohon perlindungan kepada Allah dari siksa kubur.” (Qurtubi (Qurratul ‘uyun; hlm.4)).


3 Macam Siksaan Pada Hari Kiamat
1. Allah akan menggabungkan bersama orang-orang yang diseret mukanya ke neraka Jahannam;
2. Allah akan melihatnya dengan pandangan yang benci atau murka pada waktu dihisab, sehingga daging mukanya meleleh berjatuhan;
3. Allah akan menghisabnya dengan hisaban yang sangat berat dan tiada guna atasnya dari kelebihan apapun untuk selama-lamanya, dan Allah ‘Azza wa jalla memerintahkannya ke neraka sejelek-jelek tempat menetap.


Selain itupun kita dapat temukan ayat Allah dalam Q.S Al-Ma’un ayat: 4-5 yang artinya “Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap shalatnya“.



Adapun bahaya bagi yang meninggalkan sholat lima waktu yakni:
Jika meninggalkan sholat:

Shubuh : Maka Allah akan menenggelamkannya kedalam Neraka Jahannam selama 60 tahun. Jadi kurang lebih 60.000 tahun jika mengikuti hitungan di dunia. Karena 1000 tahun di dunia sama seperti 1 hari di akhirat.

Dzuhur : Yang meninggalkan sholat dzuhur sama seperti dosanya orang yang membunuh 1000 muslim.

Ashar : Seperti dosanya orang yang menghancurkan ka’bah.

Magrib : Sama seperti dosanya orang yang berzina dengan orangtuanya sendiri

Isya : Sesungguhnya Allah ta’ala berseru: “Hai orang yang meninggalkan sholat isya, bahwa Aku tidak ridho jika kamu tinggal dibumiKu dan menggunakan segala nikmat-nikmatKu, segala yang dikerjakan dan digunakan ialah berdosa kepada Allah SWT“.


Semoga ini bisa menjadi bahan renungan bagi kita semua umat muslim dan kita senantiasa selalu menegakkan kewajiban sholat lima waktu secara istiqomah, selalu tepat pada waktunya dan istiqomah hingga ajal menjemput. Semoga ketika waktunya telah tiba, kita selalu siap dan mati dalam keadaan khusnul khotimah. Aamiin Ya Robbal ‘Aalamiin.

Pelatihan Sholat Khusu' Oleh Ust. Syarqawi Yasin.

Sukorejo - Sholat adalah tiang agama barang siapa yang mendirikan sholat maka dia termasuk orang yang menegakan agama. dan barang siapa yang meninggalkannya maka dia termasuk orang yang merobohkan agama. mungkin begitulah inti bunyi hadis, oleh sebab penting rasanya untuk diadakan pelatihan sholat yang khusu'. agar kita termasuk orang yang mendirikan sholat bukan hanya mengerjakan sholat smata.

Khusu'lah dalam Sholatmu

daerah sunan kali jogo pondok pesantren salafiyah syafi'iyah berinisiatif untuk mengadakan pelatihan sholat khusu' tersebut dengan harapan anak didik khususnya yang menempati asrama sunan kali jogo bisa memperbaiki sholatnya. sehinggan dengan memperbaiki sholat maka harapan dari kami baik pula tingkah laku sehari-harinya.

"tidakkah kita ingin berlama-lama jika kita sedang bejumpa dengan kekasih pujaan hati. dan sholat adalah media untuk berjumpa dengan kekasih". ucap ust  syarqawi menjelaskan kepada para santri yang hadir di aula tersebut. beliau juga berkisah tentang sholatnya malaikat jibril yang sampek 40.000 tahun cuman untuk melaksanakan sholat 2 rokaat.

ust syarqawi juga berdauh pada peserta bahwa "melaksanakan perintah itu lebih berat daripada melaksanak yang bukan perintah". oleh sebab itu maka allah memberikan pahala pada kita dengan pahala yang sangat besar.

rahasia sholat khusu' yang disampaikan oleh ust syarqawi pada para santri "untuk mencapai sholat khusu' maka kita harus sholat dengan menghadirkan ikhsan dalam diri kita. ikhsan adalah kita beribadah seolah-olah kita melihat pada allah dan itu sulit. dan ada solusi yang kedua jika kita tidak bisa melaksanakan sholat seolah-olah melihat allah maka yakinkan dalam diri kita bahwa allah sedang memperhatikan kita. tidak hanya menghadirkan ikhsan dalam diri untuk mendapat sholat khusu' namun juga harus memperhatikan tiga entitas dari sholat yakni Ucapan, perbuatan dan keadaan hati.

sholat yang baik maka akan membawa kebaikan didunia dan juga di akhirat. kata ust syarqawi menjelaskan pada peserta yang hadir. ketika kita melaksanakan sholat dengan baik maka rezeki kita akan mudah, urusan kita akan mudah, masalah-masalah akan mudah kita atasi. dan sholat juga menjauhkan diri kita dari perbuatan yang tidak baik. lanjut beliau.

narasumber juga menyampaikan dauh kiai as'ad bahwa "jika kalian berkeluarga nanti, jangan sampai lupa sholat berjema'ah dengan istri dan keluarga di rumahnya. jika itu kalian lakukan maka hidup kalian akan bahagia di dunia dan di akhirat kelak".

beliau juga berpesan bahwa siksa orang yang meninggalkan sholat itu ada 15 siksa yang akan di berikan pada orang yang tidak sholat. dengan rincian 6 siksa akan di berikan di dunia, 3 siksa akan diberikan ketika naza' atau sakaratul maut, 3 di berkan ketika di alam kubur dan 3 akan di berikan ketika perjumpaan kita dengan allah kelak hari kiamat. 


tidak hanya tentang sholat yang beliau sampaikan beliau juga menyampaikan bahwa ada do'a-do'a yang pasti di istijabah oleh allah yang pertama pada waktu di antara dua adzan (adzan dan iqomah). setelah sholat dan di antara dua khutbah.

semoga kuta semua bisa mendirikan sholat dengan khusu sehingga hidup kita menjadi baik.

Saturday, February 3, 2018

Presiden restui perubahan Institut agama islam ibrahimy menjadi Universitas Ibrahimy (UNIB)

Situbondo  - Presiden Joko Widodo merestui perubahan status Institut Agama Islam Ibrahimy menjadi Universitas Ibrahimy Situbondo.




"Saya ingin menandatangani prasasti perubahan status Institut Agama Islam Ibrahimy menjadi Universitas Ibrahimy di Situbondo," kata Presiden Joko Widodo saat menghadiri Haul Majemuk Masyayikh di Pondok Pesantren Salafiyah Safi`iyah Sukorejo, Situbundo, Jawa Timur, Sabtu.

Pondok Pesantren Salafiyah Syafi`iyah Sukorejo Situbondo pada tanggal 14 Maret 1968 mendirikan lembaga pendidikan tinggi dengan nama Universitas Ibrahimy, lalu pada 1988 nama itu berubah menjadi Institut Agama Islam Ibrahimy dan selanjutnya akan kembali berubah menjadi Universitas Ibrahimy dengan 3 fakultas.

"Dan setelah pulang, saya perintahkan segera Menteri Ristekdikti segera membuat surat keputusan Menristekdikti mengenai Universitas Ibrahimy selambat-lambatnya akhir bulan Februari ini, saya minta akhir bulan ini semua selesai," tambah Presiden yang disambut dengan tepuk tangan ribuan santri ponpes Salafiyah Safi`iyah tersebut.

Salah satu tokoh ponpes tersebut adalah almarhum KH Raden As`ad Syamsul Arifin yang dianugerahi gelar pahlawan nasional pada 2016. Ia merupakan putra ulama besar Madura, KH Syamsul Arifin, juga pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

"Saya masih ingat tahun 2016 yang lalu almarhum popo KH Raden As`ad Syamsul Arifin dianugerahi gelar pahlawan nasional, sebuah gelar yang memang sangat pantas diberikan kepada beliau terutama jika kita ingat perjuangan beliau, jika kita ingat pengorbanan beliau, jika kita mendalami kembali pemikiran-pemikiran beliau di Nusantara dan untuk bangsa negara kita Indonesia," tambah Presiden.

Presiden mengaku ingin datang langsung ke Ponpes Salafiyah Safi`iyah itu karena saya ingin merasakan dan melihat langsung melihat langsung para santri yang mewarisi semangat dakwah dan kebangsaan KH Raden As`ad Syamsul Arifin.

"Dalam banyak kesempatan saya selalu bercerita bagaimana dunia Islam mengagumi Indonesia, dunia mengagumi Indonesia karena meski kita merupakan negara ddengan penduduk muslim terbesar di dunia tapi kita juga adalah bangsa yang sangat beragam, sangat majemuk, sangat bermacam-macam," ungkap Presiden.

Presiden pun sedikit menjelaskan perjalanannya ke Afghanistan pada 29 Januari 2018 lalu.

"Belum lama ini saya pulang kunjungan dari Afganistan, orang bilang `Pak Jokowi kok gak takut ya?` Ya takut tapi ini bukan urusan takut, tapi ini urusan membangun ukuwah kita, kita juga ingin membangun perdamaian umat, membangun ukuwah basariah kita ke negara-negara lain," tambah Presiden.

Ia pun meminta agar para kyai dan santri Ponpes Salafiyah Safi`iyah ikut menjaga nilai-nilai kerukunan.

"Saya mohon yang mulia para ulama, kyai, santri terutama Ponpes Salafiyah Safi`iyah Sukorejo agar kita selalu menyemai nilai-nilai kerukunan dan mempraktikkannya karena sudah menjadi kondrat kita bangsa Indonesia hidup dalam kemajemukan, keberagaman," tegas Presiden.

Hadir juga dalam acara tersebut Ibu Negara Iriana Joko Widodo; anak bungsu Presiden; Kaesang Pangarep; Ketua PPP Romahurmuziy; Menteri Sekretariat Negara Pratikno; Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofjan Djalil; Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan para pengasus Ponpes Salafiyah Safi`iyah.

 

 

Saturday, December 2, 2017

Sang Deklarator Hak Asasi Manusia Oleh KHR. Ach Azaim Ibrahimy


Di penghujung Dzul Qo’dah, tahun ke sepuluh dari pristiwa hijrah, kaum muslimin datang berdudyung-duyung menuju madinah, kota cahaya. Suasana begitu ramai, setelah sebelumnya tersiar bahwa baginda nabi Muhammad SAW hendak menunaikan ibadah haji di tahun ini. Mereka berasal dari berbagai penjuru daerah, datang dengan membawa kerinduan yang mendalam, merindukan momen terindah bersama Rosul Al-Musthafa, menunaikan haji dalam bimbingan kekasih yang sangat dicinta. Kerinduan ini telah bertahun-tahun terpendam di benak mereka.
Langit buru cerah, awan putih berarak menambah indah pesona. Hari itu, sabtu siang usai sholat dhuhur, Rasulallah SAW keluar meninggalkan kota makkah bersma seratus ribu lebih menusia pergi menuju makkah, lembah yang berkah, baitullah, Ka’bah yang mulia. Pergi untuk membimbing umat, mengajarkan agama dan rutinitas ibadah mereka, memenuhi persaksian, menyampaikan amanat, memberi wasiat yang terakhir dan mengambil sumpah serta perjanjiaan. Menghapus bekas-bekas kejahiliahan, mengajari yang bodoh, mengingatkan yang lupa, membangkitkan semangat yang malas dan memberi kekuatan pada yang lemah.
Baginda Rosullah berhaji hanya sekali, tak pernah melakukan sebelum dan sesudahnya. Momentum tersebut dikenal dengan haji wada’, karena pada saat itulah baginda menyampaikan ucapan perpisahan, Wadda’a (berpamitan) kepada para sahabat rosulullah SAW yang dengan iman, cinta dan kesetiaan, mereka telah tulus mendampinginya. Ketika itu baginda bersabdah, “wahai sekalian manusia, dengarlah aku, karena aku sungguh tak tahu, mungkin aku tak akan lagi berjumpa dengan kalian setelah tahunku ini !”.
Khalayak ramai yang hadir terkesiap mendengarkannya, lalu suasana berganti senyap. Sesaat kemudian keharuan menyelimuti hati mereka. Dan pada detik-detik berikutnya tangispun tak lagi tertahankan, memecah keheningan.
Di perut lembah tanah ‘Arafah, kala matahari tergelincir ke arah barat. Hari itu jum’at awal dzul Hijjah, baginda nabi menyampaikan khutbah yang begitu monumental, khutbah yang menjelaskan hak-hak asasi manusia. Sebuah mistaq (Perjanjian) yang menetapkan kaedah-kaedah islam, menghancurkan kaedah-kaedah kemusyrikan dan kejahiliahan. Menjaga jiwa raga, harta benda serta harkat dan mertabat manusia, melindungi kehormatan wanita, membela hak dan mengatur kewajibannya. Sebuah piagam yang dideklarasikan untuk mengatur intraksi sosial antara uman manusia, jauh sebelum orang-orang mengenal istilah Hak Asasi Manusia (HAM) – Kecuali sejak beberapa dekade terakhir ini – yang kemudian di sepakati oleh perserikatan bangsa-bangsa hingga menjadi sebuah ketetapan. Maka, tintapun kering diatas kertas, menorehkan berbagai hukum dan perundang-undangan.
Sedangkan mistak yang telah dideklarasikan baginda nabi SAW pada momentum haji wada’, telah lama menjadi sebuah sistem yang dilaksanakan, dan undang-undang yang diterapkan. Kaum muslimin telah mengamalkannya dengan aksi, bukan sekedar basa basi dan menjadikan sebagai manhaj mereka dalam hidup, bukan sekedar retorika belaka tanpa evektifitas dalam praktik kehidupan nyata, sebagaimana nasib yang dialami oleh hak asasi manusia dalam sistem dan ketetapan perserikatan bangsa-bangsa.
Haji yang telah di prakrikkan oleh rosulallah SAW, juga khutbahnya di ‘Arafah dan mina, sungguh telah menjadi sinar dan cahaya, menerangi jalan menusia menuju bahagia, meraih hidayah. Baginda telah menggandeng erat umat ini, membimbing mereka untuk mencapai derajat mulia dan sempurna.
Sungguh khutbah yang memberi kesan mendalam di jiwa. Sungguh, pesan yang serat akan makna, dan ajaran yang peripurna.
Di akhir khutbah, baginda rosul berwasiat agar umat ini senantiasa berpegang teguh kepada kitabullah. Selama mereka berpegang teguh pada kitabullah tak akan tersesat selamanya. Umat ini bertanggung jawab penuh atas eksistensi dan fungsi wahyu allah tersebut sebagai pedoman hidup mereka. Maka, ketika baginda rosul meminta persaksian atas tugas yang telah dilaksanakannya, para sahabatpun sengan segera serentak menjawab, “kami bersaksi bahwa engkau sunggu telah menyampaikan amanat, engkau sungguh telah menunaikan kewajiban teramat berat dan engkau juga telah memberikan nasehat kepada ummat !.”
Tatkala mendengarnya, raut wajah baginda tampak berseri-seri, menunjukan betapa bahagia perasaannya. Segera, setelah itu, ia mengangkat jemarinya kelangit, seraya bersabdah, “allahumma isyhad (ya allah saksikanlah)!” diulanginya sebanyak tiga kali. Terdengar begitu berarti.
Betapa berharganya pesan yang tekah disampaikan, betapa luhurnya nilai-nilai yang telah diajarkan sejak keberangkatan baginda nabi SAW pergi meninggalkan madinah, mengendarai unta Al-Qashwa’, hingga proklamasinya yang lantang membahana penuh kesungguhan, bersih dari kemusyrikan, dan suci dari riya’ serta kamunafikan, “allahumma hajjatan la riya-a fihi wala sum’ah !.”
Lalu bertahlil mentauhidkan allah, menyatakan penghambaan diri kepadanya, tuhan semesta alam, “labbaik allahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik inna al-hamda wa al-ni’mata laka wa al-mulk, la syarika laka !.”
Itulah sesungguhnya kalimat iman yang jujur- murni yang membuka pintu-pintu langit dan menggema menggetarkan penjuru bumi. Kalimat yang terucap dari bibir dan terlepas lekas dari tenggorokan orang-orang mukmin. Mereka mengulang-ulang pekikan kalimat tauhid itu, sambung menyambung bersama pemimpin agung, rasul pilihan, nabi akhir zaman, muhammad bin abdullah sebagai rahmat bagi  semesta alam, yang telah membacakan dan mengajarkan Al-Qur’an kitab suci pembawa kedamaian.
Itulah saat penuh berkah yang pernah tercatat dalam sejarah dan bumi menjadi tempat yang paling berbahagia dengan adanya kafilah tersebut, kafilah orang-orang yang datang untuk memenuhi panggilan ilahi, penggilan allah yang maha tinggi. Bersama insan mulia yang telah menapakkan kakinya di lembah suci, dialah muhammad bis abdullah al-hasyimi. Juga bersama delegasi terhormat yang datang ke baitullah al-‘Atik untuk menyempurnakan rukun islam sebagai agama yang fitri.

Alangkah nikmat yang agung tiada tara dan risalah yang sangat mulia. Diturunkan dari langit tertinggi kepada penutup para rosul dan nabi, di hari yang paling utama, demi menyambut lahirnya hak asasi manusia, piagam paling berharga di kala bumi menghembus-terbangkan kedhaliman tirani yang merajalela.

Wednesday, April 26, 2017

Karya Kiai Azaim "Jalan ini Rindu" dibedah oleh dua Penyair Nasional

Sosiawan Leak dan Mohammad Faizi berdampingan dengan pengasuh Pesantren salafiyah syafi'iyah sukorejo yang dijuluki Penyair dari "Serambi Madinah" dalam acara Seminar dan bedah Buku "Jalan ini Rindu" Oleh P3M IAII diselenggarakan pada tanggal 20 April 2017.

Sunday, April 23, 2017

Isro' Mi'roj Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorjeo

Pada tanggal 24 April 2017 pondok pesantren salafiyah syafi’iyah sukorejo mengadakan Isro’ Mi’roj yang dilaksanakan di masjid jami’ Ibrahimy Sukorejo. Yang dihadiri oleh pengasuh Pesantren KHR. Ach. Azaim Ibrahimy dan wakil pengasuh bidang amaliyah KH. Hariri Abdul Adhim sekaligus Pemangku Ma’had Aly. Dan juga di hadiri oleh para keluarga pesantren. Dan penceramhanya Habib. Sholeh Al-Idruys dari malang.
Pesan Habib. Sholeh Al-Idrus
Kiai Azaim sapa Akrab Beliau memberikan sambutan sekaligus membuka Haflah Imtihan yang 103. Beliau bepesan kepada para santri dan yang hadir pada acara Isro’ Mi’roj tersebut “jangan sampai ada di pikiran kita. bahawa nabi isa iri terhadap nabi muhammad saw”. Namun iri yang baik adalah ingin sukses melebihi orang lain dengan tidak hilangnya kesuksesan yang ada pada orang lain yang dinamakan Ghittoh. Setelah Kiai azaim menyampaikan sambutan lalu beliau membuka acara Haflah Imtihan dengan Memukul Beduk.
Setelah acara sambutan selesai dilanjutkan dengan acara ceramah hikmah yang di sampikan oleh Habib. Sholeh Al-Idruys. Beliaur berdauh bahwa “Isro’ Mi’roj ini memberikan pelajaran tentang Hakikat Kehidupan” dan beliau juga berdauh bahwa nikmat terbesar dimiliki oleh Kita sebagai Umat nabi Muhammad saw. Ada tiga poin dengan isro’ mi’roj.
      1. Hamba allah selelau mensucikan Allah SWT.
      2. Tanda keimanan dan tauhid yang paling besar sebagai pedemoan Hidup.
      3. Ketika kita ingin menghadap allah hendaknya kita selelu mensucikan diri kita terlebih dahulu.
Beliau juga berpesan agar kita banyak-banyak memuji allah SWT. Dengan memperbanyak tasbih, memuji allah DLL. Kita harus meyakini dan mensyukuri dengan adanya Isro’ Mi’roj ini.
Tauhid
       1. Arruhiyah (berkaitan dengan tuhan. Sefat-sifatnya)
       2. Annabawiyah (berkaitan dengan para nabi)
     3. Beriman dengan apa saja yang datang dari allah dan rosulnya dan beriman dengan yang ghoib (beriman dengan pristiwa isro’ mi’roj)
Habib Sholeh juga berdauh hikmah yang paling besar yakni untuk umat baginda Nabi muhammad SAW. Dan makhluk yang paling mulya yakni baginda muhammad SAW. Sampai-sampai jika allah tidak menciptakan Baginda Muhammad niscaya aku tidak akan meciptakan langit dan bumi, syurga dan neraka.
Beliau juga berpesan “kita tidak akan pernah bisa memikirkan Allah .  seperti lampu tidakkan pernah bisa memikirkan pembuatnya atau membuat pembuat lempu tersebut” dan yang terakhir bahwa isro’ mi’roj sebagai penguatan iman kita.
Habib juga memberikan ijazah amalan do’a yang diturunkan dari sayyid muhammad alawi almaliki alhasani. Kepada para santri dan yang hadir pada acara isro’ mi’roj tersebut.

الحمدلله لى نعمةايمان و الاسلام وكف بها من نعمة
الحمد لله الذى جعلني من امة نبى محمد صلى الله عليه وسلم